Di tahun 2026 kita akan memasuki masa anugerah. Mari kita lihat berikutnya tokoh di Alkitab:
Keluaran 2:11-12
Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu. Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir.
Kejadian 35:1-3
Allah berfirman kepada Yakub: "Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu." Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: "Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu. Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh."
Keluaran 3:1-4
Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb. Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?" Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."
Yohanes 21:1-11
Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.
Tahun 2026 adalah sebuah momen spiritual yang penting, bukan suatu tahun yang biasa. Tahun yang menentukan arah masa depan. Suatu musim yang akan kita masuki, yang Alkitab sebut sebagai "masa anugerah." Pada tahun ini, Tuhan akan datang melawat manusia secara intensif. Bukan sesekali, namun seringkali. Bukan sekedar sentuhan ringan, melainkan jamahan yang nyata, penyelarasan, dan panggilan.
Pertanyaannya bukanlah, apakah Tuhan akan datang, tetapi, apakah kita siap untuk meresponi-Nya?
1. Tahun 2026: Kembali ke titik asal, untuk masuk dalam panggilan (destiny)
Bukan memulai dari awal, melainkan memasuki fase baru dengan kehidupan yang telah diperbarui.
2. Yakub: Dari seorang pelarian hingga menjadi Israel
a) Dari seorang yang memburu hingga menjadi orang yang ditangkap oleh Tuhan.
b) Pemurnian selama dua puluh tahun bukanlah buang-buang waktu.
c) Penyeberangan sungai Yabok : Orang yang pernah bergulat dengan Tuhan.
3. Musa: Padang gurun bukanlah tempat stagnasi, melainkan tempat untuk melepaskan kedagingan. Selama empat puluh tahun, melepaskannya dari sifat kedagingannya, menjadikannya Musa bejana yang layak.
Jangan lagi bergantung pada sifat kedagingan, emosi, pengalaman, dan metode manusia; Menjadi pribadi yang lahir dari Allah, dijamah oleh Allah.
4. Petrus: Tebarkan jala di sisi kanan perahu: Prinsip Rohani di tahun 2026
a) Peka tanggapi suara Tuhan.
b) Persiapan diri secara menyeluruh : Siap-sediakan dirimu.
c) Pola pikir yang berbeda membuka teritori ekonomi yang berbeda. Belajarlah mengenali Tuhan di tengah badai.
5. Menjalin kembali hubungan dengan orang-orang dari masa lalu : Bukanlah suatu kebetulan.
a) Menyatakan buah dari hidupmu.
b) Memastikan dirimu melangkah di jalan yang benar.
c) Melangkah maju, tidak lagi menatap luka
6. Menjadi berkat bagi Kerajaan Allah.
a) Tidak lagi mengandalkan kedagingan.
b) Tidak lagi memburu berkat.
c) Tidak lagi terhenti di tengah luka.
Orang-orang yang pernah dijamah Tuhan, siap-sedia, dan siap menebarkan jala di sisi kanan adalah ciptaan baru yang disiapkan untuk Kerajaan Allah. Memasuki masa anugerah di tahun 2026 adalah menjadi berkat bagi banyak orang. Tahun 2026 kembali ke titik asalmu jalani bersama Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati