Bagaimana keluarga kita agar tetap teguh di tengah dunia yang semakin jahat ini ?
Kejadian 6 : 8 - 9
Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. Inilah riwayat Nuh : Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
Tuhan menemukan sebuah keluarga yang tetap berdiri dan hidup benar di hadapan Tuhan yaitu Nuh. Kejahatan semakin menjadi-jadi saat itu, dan Nuh tidak terpengaruh. Karena Nuh mempunyai fondasi yang benar dan sangat kuat.
Latar Belakang
• Kejadian 6 menggambarkan puncak kerusakan manusia setelah kejatuhan Adam.
• Kondisi dunia saat itu manusia menjadi sangat jahat, kekerasan memenuhi bumi dan hati manusia dipenuhi kejahatan.
• Allah menyesal melihat ciptaan-Nya. (Kejadan 6 : 5, Segala kecenderungan hati manusia selalu membuahkan kejahatan)
Tiga Fondasi Keluarga Nuh :
• Kebenaran
Kejadian 6 : 9, Nuh adalah seorang yang benar.
Kata “ benar” (Tsaddiq) dalam bahasa Ibrani artinya hidup sesuai standar Allah.
• Integritas
Kejadian 6 : 9, Nuh tidak bercela.
Kata “tidak bercela” (Tamim) dalam bahasa Ibrani artinya berintegritas.
• Berjalan bersama Tuhan
Kejadian 6 : 9, Nuh hidup bergaul dengan Allah.
Kata “bergaul” (Halak) dalam Bahasa Ibrani artinya hidup dan berjalan bersama Tuhan dalam menjalani perjalanan hidup.
Caranya :
• Hidup bersama Tuhan setiap hari
• Hidup dalam ketaatan
• Hidup dalam iman
Take Home Messages :
• Keluarga Nuh menjadi alat keselamatan bagi generasinya karena dibangun di atas fondasi yang benar.
• Keluarga yang kuat adalah keluarga yang memelihara karakter yang benar, hidup dalam integritas, dan menjadikan hubungan dengan Tuhan sebagai pusat kehidupan kita.
• Mari bangun keluarga kita di atas fondasi yang kuat supaya Tuhan pakai menjadi alat keselamatan bagi seluruh keluarga kita.
Tuhan Yesus Memberkati