Kita cenderung ingin dikasihi dan mengasihi. Begitu juga dengan orang Kristen. Di alkitab banyak dibahas mengenai kasih sebanyak 800. Juga tentang uang sebanyak 2.300. Ternyata uang mengalahkan kasih karena uang dicatat lebih banyak.
Kita harus saling mengasihi
1 Yohanes 4 : 7 - 8
Saudara - saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah KASIH.
Dalam kehidupan kita sebagai orang kristen, kita diajak untuk mengasihi sesama. Kasih bukan hanya sekadar perasaan atau tindakan yang kita pilih, tetapi kasih adalah sifat dasar Allah sendiri. Dalam 1 Yohanes 4:7-8, kita diajarkan bahwa Allah adalah kasih. Ayat ini sangat penting, karena bukan hanya mengajarkan kita tentang pentingnya kasih, tetapi juga tentang siapa Allah itu sesungguhnya. Allah adalah kasih, dan kasih-Nya tidak terbatas adalah inti dari segala yang Dia lakukan.
Kasih yang sejati tidak dapat ditemukan di luar Allah. Dunia ini mungkin menawarkan berbagai bentuk kasih, tetapi kasih yang murni, yang tulus, dan yang tidak egois hanya dapat ditemukan dalam Allah sendiri. Kasih-Nya tidak bersifat sementara atau berubah-ubah seperti kasih manusia, tetapi kekal dan tak terbatas. Ketika kita mengasihi, itu karena kita telah menerima kasih Allah terlebih dahulu. Tanpa Allah, kita tidak dapat mengasihi dengan cara yang benar.
1 Yohanes 4 : 11
Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
Dalam ayat di atas, kita diperintahkan untuk saling mengasihi, karena kita telah menerima kasih yang besar dari Allah. Kasih yang kita terima seharusnya tidak berhenti pada kita, tetapi harus mengalir kepada orang lain. Jika Allah telah mengasihi kita dengan kasih yang tidak terhingga, maka kita pun dipanggil untuk mengasihi orang lain dengan kasih yang sama.
Mengasihi orang lain bukanlah hal yang mudah, karena mengasihi sesama bisa jadi penuh tantangan, terutama ketika kita menghadapi perbedaan, kesalahpahaman, atau bahkan pengkhianatan. Namun, kasih Allah mengubah cara kita memandang orang lain. Sebagai orang Kristen, kita diundang untuk melihat sesama melalui mata kasih Allah, bukan melalui kelemahan atau kesalahan mereka.
Kenapa kita harus saling mengasihi?
1. Karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4 : 19)
Kasih Allah kepada kita bukanlah kasih yang tergantung pada perasaan kita atau keadaan kita. Kasih-Nya tetap ada, bahkan ketika kita merasakan penderitaan. Mengingat bahwa Allah terlebih dahulu mengasihi kita, kita seharusnya dipenuhi kasih untuk saling mengasihi, karena kasih-Nya adalah dasar dari segala kasih kita.
2. Jadilah pendamai (1 Yohanes 4 : 10)
Dalam Ayat 10 kita diajarkan bahwa kasih Allah tetap mengalir meskipun ada penderitaan. Kasih yang sempurna mengajarkan kita untuk menjadi pendamai. Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk membawa perdamaian di tengah dunia yang penuh dengan konflik dan ketidakpastian. Mengasihi dan mendamaikan orang lain adalah bagian dari panggilan kita.
3. Karena Allah tetap di dalam kita dan kasih-Nya sempurna di dalam kita (1 Yohanes 4 : 12)
Ketika kita dipenuhi kasih, maka Allah sendiri ada di dalam kita, dan kasih-Nya menjadi sempurna dalam hidup kita. Kasih yang Allah berikan kepada kita bukan hanya untuk kita nikmati, tetapi untuk kita bagi dengan orang lain. Kasih ini membawa kesempurnaan dalam hidup kita, karena ketika kita mengasihi, kita memanifestasikan kehadiran Allah dalam kehidupan kita. Kasih-Nya yang sempurna membuat kita mampu untuk mengasihi dengan cara yang tidak mungkin kita lakukan tanpa Dia.
Nilai-nilai kasih yang harus dimiliki dalam suatu hubungan:
• Ketulusan, adalah nilai pertama yang harus ada dalam setiap hubungan. Kasih yang tulus tidak mengenal kepura-puraan atau kedok. Ketulusan dalam mengasihi berarti kita mengasihi dengan hati yang murni, tanpa motif tersembunyi atau kepentingan pribadi.
Amsal. 17:17
Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.
• Kesetiaan, adalah komitmen untuk tetap ada satu sama lain, baik dalam suka maupun duka. Kesetiaan adalah landasan yang kuat dalam hubungan kristen, baik dalam pernikahan, persahabatan, maupun komunitas gereja. Kasih yang setia tidak mudah goyah ketika masalah datang, karena kesetiaan mengikat kita satu sama lain dalam kasih Kristus yang tidak pernah meninggalkan kita
• Pengorbanan, adalah esensi dari kasih yang sejati. Kasih tidak hanya memberikan yang terbaik dari diri kita, tetapi juga siap untuk memberi apa yang kita miliki untuk kepentingan orang lain, bahkan jika itu berarti kita harus mengorbankan kenyamanan atau kepentingan kita sendiri.
• Pengampunan, adalah salah satu aspek paling penting dari kasih dalam hubungan kristen. Tidak ada hubungan yang bebas dari kesalahan dan luka. Namun, kasih yang sejati selalu siap untuk mengampuni. Karena kita jauh dari sempurna dan terlebih lagi Tuhan sudah mengampuni kita.
1 Yohanes. 4:20-21
Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
Di dalam kasih tidak ada ketakutan
1 Yohanes 4 : 18
Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
Dalam ayat ini, kita belajar bahwa di dalam kasih dan kasih yang sempurna tidak ada dan melenyapkan ketakutan. Takut ada alasannya tetapi ketakutan tidak. Begitu juga dengan hidup kita, boleh kita takut akan masalah, masa depan atau apa yang dikatakan orang-orang tetapi jangan ketakutan karena Tuhan menghendaki kita untuk tidak ketakutan. Fokuslah kepada kasih Tuhan yang luar biasa sehingga masalah apa pun Tuhan akan campur tangan.
Yesus menunjukkan kasih yang sempurna dengan memberi diri-Nya di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita. Melalui pengorbanan-Nya, kita tidak hanya menerima pengampunan dosa, tetapi juga kedamaian yang mengalahkan ketakutan kita. Kasih-Nya memberikan kita kepastian bahwa apapun yang terjadi dalam hidup ini, kita tidak pernah sendirian. Allah ada bersama kita, dan kasih-Nya tidak akan pernah meninggalkan kita.
Ekspresikan kasihmu
Dalam kehidupan Kristen, kita dipanggil untuk mengasihi Allah dan sesama dengan seluruh hati, jiwa, dan pikiran kita. Salah satu cara untuk mengungkapkan kasih kita adalah dengan memahami dan mengaplikasikan "5 Bahasa Kasih" (Love Language) di bawah ini:
1. Melayani (act of service), dalam bahasa kasih ini, seseorang menunjukkan cintanya dengan melakukan hal-hal baik untuk orang lain. sebagai contoh pelayanan tanpa pamrih dalam kehidupan Kristen adalah melayani orang lain sebagai wujud nyata dari kasih.
2. Hadiah (gift giving), adalah cara mengekspresikan kasih dengan memberikan sesuatu yang berarti. Hadiah tidak hanya berarti materi, tetapi juga bisa berupa berkat spiritual atau perhatian.
3. Kata-kata cinta atau pujian (words of affirmation), adalah bahasa kasih yang menyatakan cinta melalui kata-kata yang membangun dan memotivasi.
4. Waktu yang berkualitas (quality time), adalah bahasa kasih melibatkan pemberian perhatian penuh dan waktu yang berharga kepada orang yang kita kasihi.
5. Sentuhan fisik (physical touch), adalah bahasa kasih berupa pelukan, tepukan di punggung, atau ciuman yang penuh kasih. Sentuhan fisik yang penuh kasih dapat menyampaikan rasa nyaman dan kehangatan.
Secara keseluruhan, dalam pandangan Kristen, lima bahasa kasih ini mencerminkan bagaimana kita bisa mengasihi satu sama lain seperti Kristus mengasihi kita. Kasih sejati melibatkan tindakan yang tulus, apakah itu melalui kata-kata, pelayanan, hadiah, waktu bersama, atau sentuhan, semuanya dilakukan dengan niat yang murni untuk membangun hubungan yang lebih baik dan lebih dekat dengan sesama.
Ratapan 3 : 22 - 23
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
Jika kita penuh dengan kasih Allah pasti kita dapat memberikan kasih kepada sesama. Hari ini melalui firman-Nya kita di ingatkan kembali bahwa kasih setia Tuhan tak berkesudahan. Meskipun kita mungkin merasa gagal atau tidak cukup baik, kasih Tuhan tetap mengalir tanpa henti, tidak terpengaruh oleh kelemahan kita.
Kasih-Nya yang tidak berkesudahan memberikan kita harapan baru setiap hari. Ini adalah kasih yang tidak hanya terbatas pada masa-masa tertentu atau hanya pada saat kita merasa baik-baik saja. Bahkan dalam kesulitan, kasih Tuhan terus mengalir, meneguhkan kita, dan memberi kita kekuatan untuk melanjutkan perjalanan hidup kita.
Tuhan Yesus memberkati.