Kita sudah berada di penghujung tahun 2025. Tema tahun 2025 adalah “Tahun Penuaian”. Apakah kita sudah menuai sebelum tahun 2025 berakhir? Ingat apa yang kita tabur, itu yang akan kita tuai. Kalau kita menabur kebaikan, kita akan menuai berkat Tuhan.
Paid in full with one glass milk, kisah Dr. Howard A. Kelly (1858-1943).
Dr. Howard pada saat remaja adalah seorang yang miskin. Pada waktu muda, dia menjajakan barang dari desa ke desa dan kota ke kota. Satu ketika dia lapar dan lelah, dia minta sedikit makanan di salah satu rumah. Ketika pintu dibuka oleh seorang wanita, dia meminta segelas air putih. Wanita itu melihat kondisinya, lalu memberinya segelas susu hangat.
Setelah minum, Howard bertanya berapa harus membayar, namun wanita itu menjawab dengan lembut: "Saya tidak ingin bayaran apa pun. Ibu saya mengajarkan untuk tidak pernah menerima imbalan atas sebuah kebaikan." Bertahun-tahun kemudian, wanita tadi jatuh sakit parah dan dirawat di sebuah rumah sakit.
Dokter yang menangani wanita itu ternyata adalah Howard, yang sudah menjadi dokter. Dia segera mengenali wanita itu dan dengan penuh perhatian mengupayakan kesembuhannya. Wanita itu akhirnya sembuh namun dengan tagihan rumah sakit yang besar. Ketika tagihan itu diberikan, wanita itu melihat tulisan kecil di sudut kertas tersebut: “Telah dibayar lunas dengan segelas susu.”. Apa yang kita tabur, percayalah suatu saat akan kita tuai.
• Apa yang harus ditabur?
1. Menabur dalam Roh
Galatia 6 : 8
Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
Hidup ini tidak selalu tentang makan dan minum. Pada saat kita memberi makan terus daging kita, ternyata kita akan menuai kebinasaan. Apa tujuan kita setelah kehidupan ini selesai? Lebih baik kita menabur untuk hal-hal yang membangun roh kita karena suatu saat daging kita akan hilang.
2. Menabur dalam kasih
1 Korintus 13 : 1-2
Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
Gong akan dibunyikan pada saat peresmian sebuah acara besar, namun bayangkan kalau gong tersebut selalu bunyi di telinga kita. Bukankah itu sesuatu hal yang menganggu? Perbuatan kita tanpa dilandasi kasih sangat menganggu.
Semua aktivitas rohani kalau tidak dilandasi dengan kasih, kita ini adalah nol besar. Kita diuji setiap hari dan setiap saat tentang bagaimana menabur kasih. Bagaimana kalau kita gagal menabur kasih? Minta ampun kepada Tuhan dan berusaha kembali, minta Roh Kudus mengajar kita.
• Bagaimana cara menuai?
1. Rela berkorban
Mazmur 126 : 5-6
Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
Pada ayat di atas, kebanyakan dari kita hanya ingin membawa pulang berkas-berkasnya. Tapi kita mengabaikan kalimat sebelumnya. Ada perasaan yang dikorbankan, ada hati yang mungkin dilukai, dan ada ego yang mungkin dikikis. Tuhan mau kita mengikuti proses-Nya walaupun sulit dilakukan. Terus melangkah mengikuti tuntunan Tuhan karena apa yang kita tabur tidak akan pernah sia-sia
2. Tekun dalam proses
Galatia 6 : 9
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
Kebanyakan kita sudah berbuat baik namun masih hanya dalam hitungan jari. Ayat di atas mengatakan kita harus terus berbuat baik, diperlukan konsistensi. Tuhan akan kirim orang lain untuk membalas kebaikan kita tanpa kita duga.
Kita juga harus percaya dalam waktu-Nya Tuhan, bukan seperti waktu yang kita ingini. Hukum tabur tuai pasti terjadi meskipun bukan di tempat kita menabur, kelak pasti kita tuai sesuai rencana Tuhan.
"Always do your best. What you plant now, you will harvest later." (Og Mandino)
Tuhan Yesus Memberkati