Tidak mengampuni – kepahitan – kehancuran
Tidak mengampuni akan mengalami kepahitan dan ujungnya adalah kehancuran
Matius. 18:21-28
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
Matius. 18:29-35
Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."
• Tidak ada yang sempurna
Roma. 3:23
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
Kita adalah orang-orang yang cenderung untuk berbuat dosa karena sudah naturenya.
Yohanes. 8:7-11
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
“WE ALL GO THROUGH LIFE NEEDING TO BE OPEN AND HONEST WITH OUR OWN LIMITATIONS RECOGNIZING THAT WE ARE NOT PERFECT BEINGS” (BYRON PULSIFER)
Kita perlu terbuka dan jujur karena kita tidak sempurna
• Diampuni untuk mengampuni
Matius. 18:32-33
Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
1 TALENTA = 6.000 DINAR (SUMBER: KAMUS ALKITAB)
10.000 TALENTA = 60.000.000 DINAR
1 DINAR = UPAH PEKERJA HARIAN DALAM SATU HARI
GAJI PER HARI = GAJI PER BULAN / JUMLAH HARI = 3.000.000/30 = 100.000/ HARI
HUTANG HAMBA A = 60.000.000 DINAR = 60.000.000 X RP 100.000 = RP 6.000.000.000.000 = RP 6 TRILIUN
HUTANG HAMBA B = 100 DINAR = 100 X RP 100.000 = RP 10.000.000 = RP 10 JUTA
HUTANG HAMBA A: HUTANG HAMBA B = 6 T: 10 JUTA = 600.000 : 1
HUTANG HAMBA DENGAN RAJA
HUTANG HAMBA A = 10.000 TALENTA (6 TRILLIUN)
HUTANG HAMBA DENGAN SESAMA
HUTANG HAMBA B = 100 DINAR (10 JUTA)
Demikianlah kasih Kristus yang begitu besar untuk pengampunan kita, oleh karena itu kita harus mengampuni.
Matius. 6:15
Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."
• Pengampunan yang tidak ada batasnya
Matius. 18:21-22
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
Tuhan Yesus meminta kita mengampuni setiap saat, setiap hari, setiap bulan tanpa ada batasnya.
HOW DO I KNOW WHEN I HAVE TRULY FORGIVE?
• NO LONGER THINK ABOUT IT DAY AND NIGHT
• NO LONGER HAVE TO TALK ABOUT IT ALL THE TIME
• NO LONGER FEEL THE NEED TO SEEK REVENGE
• NO LONGER LIVE IN BITTERNESS AND ANGER
• CAN RECALL THOSE WHO HURT YOU AND WISH THEM WELL
Bagaimana saya tahu kalau saya sudah benar-benar memaafkan?
• Tidak lagi memikirkannya siang dan malam
• Tidak lagi membicarakannya setiap waktu.
• Tidak lagi merasa ingin untuk membalas dendam
• Tidak lagi hidup dalam kepahitan dan kemarahan
• Dapat mengingat mereka yang menyakiti kita dan berharap yang terbaik buat mereka
Matius. 5:44
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Kita tidak sempurna untuk mengampuni perlu mengalami kasih Tuhan. Pengampunan seperti meminum obat. Lakukan terus untuk mengampuni secara terus menerus. Sehingga kita akan menjadi mudah untuk mengampuni.
WITHOUT FORGIVENESS, THERE IS NO FREEDOM
WITHOUT FORGIVENESS, THERE IS NO RECOVERY
WITHOUT FORGIVENESS, THERE IS NO HEALING
Tanpa pengampunan, tidak ada kebebasan
Tanpa pengampunan, tidak ada pemulihan
Tanpa pengampunan, tidak ada kesembuhan
Kita sudah belajar 3 hal:
• Tidak ada yang sempurna
• Diampuni untuk mengampuni
• Pengampunan yang tidak ada batasnya
Tuhan Yesus Memberkati