Berapa banyak dari kita saat ini, yang mengetahui bagian terpenting dari pesan Tuhan saat ini untuk dapat berjaga-jaga dalam hidup ini? Bagian terpenting dari berjaga-jaga adalah Cukupkan dirimu dengan apa yang ada padamu.
Ibrani 13:5
"Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”
Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi memberi kita pelajaran berharga soal rasa cukup. Paulus tidak hanya sekedar bicara saja, tetapi dia sendiri juga mengalami.
Filipi 4 : 11-12 (TB)
Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.
Apa yang perlu kita Pelajari sehingga kita memiliki rasa cukup dalam hidup kita?
1. Belajarlah untuk dapat menerima kenyataan tentang keadaan kita apa adanya
Lukas 3 : 14 (TB)
“Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”
Tidak bisa menerima keadaan atau kenyataan akan membawa kita dalam dosa ketamakan yang mengakibatkan kejatuhan dalam pencobaan.
I TIMOTIUS 6 : 8 - 10 (TB)
“Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.” “tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.” “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”
2. Belajarlah untuk tidak membandingkan keadaan kita dengan orang lain dan iri hati terhadap Keadaan orang lain.
Yakobus 4 : 2 (TB)
“Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu IRI HATI, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.”
Waspadai “iri hati”. Ketidakpuasan dengan keadaan akan mengakibatkan perasaan tidak cukup yang kemudian mendorong kita untuk bersungut-sungut dan akhirnya iri hati.
Ayub 5:2 (Alkitab Berita Baik)
“Orang bodoh mati karena sakit hati, orang bebal mati karena iri hati".
3. Belajarlah untuk Fokus kepada harta yang kekal.
Matius 6 : 19 - 21 (TB)
Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
Perbuatan atau tindakan-tindakan yang menyenangkan Allah dengan beriman serta memiliki sikap hidup yang sesuai dengan kebenaran Tuhan dan melakukan kehendak-Nya
Take Home Message
1. Janganlah kita sampai terjebak hanya berfokus untuk memuaskan keinginan kita sehingga pada akhirnya kita jatuh ke dalam berbagai macam dosa dan pelanggaran.
2. Belajarlah untuk memiliki rasa cukup dan bersyukurlah selalu. Dan biarlah hal ini menjadi Keputusan kita setiap hari.
3. Fokuslah kepada harta yang kekal dan percayalah bahwa Tuhan akan memenuhi segala kebutuhan kita seturut kekayaan dan kemuliaannya di dalam Kristus Yesus.
"Seseorang disebut kaya apabila dia sudah bisa berkata "cukup" atau "memiliki rasa cukup"
Tuhan Yesus memberkati.