Iman kita kepada Tuhan Yesus adalah jalan satu-satunya untuk menerima keselamatan, yaitu dengan percaya sepenuhnya kepada pengorbanan Yesus. Tapi anehnya, ada orang yang belum percaya tetapi merasa sudah percaya.
Roma 10 : 9 - 10
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
Dari ayat tersebut terlihat bahwa kepercayaan memang bersifat pribadi. Percaya adalah lebih dari pengetahuan dan pengakuan.
Yakobus 2 : 19
Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja ? Itu baik ! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.
Setan percaya namun tidak diselamatkan. Mengapa ? Sebab setan percaya sebatas pengetahuan saja. Percaya bukan pasif tapi suatu tindakan aktif pada apa dan siapa yang dipercayai.
Amsal 3 : 5
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Kita harus mempercayai kepada Tuhan bukan sekedar percaya saja, sebab percaya membawa pada Keselamatan :
Lukas 23 : 33
Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
1. Percaya Yesus adalah Pribadi yang Agung dan benar.
Lukas 23 : 34a
Yesus berkata : Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.
Mengapa penjahat yang satu diselamatkan dan yang lain tidak selamat ? Sebab penjahat yang diselamatkan ini melihat Pribadi yang Agung dan benar.
Lukas 23 : 34a
Yesus berkata : Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.
Penjahat ini percaya kepada Yesus, bukan sekedar percaya tentang Yesus. Kebenaran-Nya bukan karena Dia berusaha baik, tapi karena memang Dia adalah kebenaran itu sendiri.
2. Percaya bahwa kematian bukan akhir dari segalanya.
Lukas 23 : 42
Lalu ia berkata : Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.
Penjahat ini melihat kematian bukan akhir dari segalanya, tapi ia melihat Yesus sebagai Penebus dan Juruselamat. Dengan demikian, perhatikan cara kita hidup, bukan cara kita mati. Karena kematian bukan sebuah titik, tapi sebuah koma.
3. Percaya adanya kasih karunia.
Lukas 23 : 40 - 41
Tetapi yang seorang menegor dia, katanya : Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama ?
Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.
Saat Yesus sedang disesah, diludahi, dipukul, Ia tetap diam, namun saat menghadapi seorang penjahat yang mau bertobat, Yesus berbicara dan melayaninya untuk mendapatkan keselamatan.
Lukas 23 : 43
Kata Yesus kepadanya : Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.
Sungguh ironis sekaligus indah, bahwa orang pertama yang diselamatkan oleh kematian Kristus bukanlah seorang rabi, bukan seorang murid setia, melainkan seorang penjahat yang tergantung di sebelahnya. Ini adalah demonstrasi paling dramatis dari kasih karunia Allah yang berdaulat.
Keselamatan itu anugerah, bukan upah atas sebuah usaha. Mari belajar terus untuk percaya hanya kepada Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus Memberkati