GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

ARTI SEBUAH KELUARGA MENURUT FIRMAN TUHAN

Pdt. Dr. Petra Fanggidae, M.Th · Minggu, 01 Desember 2019

2PM (Ibadah Raya 4)
Minggu, 01 Desember 2019
Pk. 14:00 WIB

Keluarga bukan biccara tentang laki-laki dan perempuan yang menikah tetapi yang tidak menikahpun disebut keluarga juga. Firman Tuhan menyatakan pernikahan bukan selera kita tetapi Tuhan merencanakan suatu keluarga sehingga terbentuk. "TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kej. 2:18). Ayat ini penting dimana Tuhan punya inisiatif bahwa Adam tidak baik sendiri saja. Allah tahu bahwa Adam tidak mampu mengurus taman Eden sehingga Allah berinisiatif untuk memberi penolong buat Adam. Kalau kita berumah tangga bukan karena selera kita tetapi seleranya Tuhan dan kita patut bersyukur karena Tuhan tahu yang terbaik buat kita. "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?" (2 Kor. 6:14). Jika tidak dalam satu iman dan roh maka saat ada konflik tidak ada keputusan. Carilah pasangan yang sepadan dan sesuai seleranya Tuhan. "Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia." (Kej. 2:19-20). Arti ayat tersebut mengingatkan kepada kita untuk tidak terlalu mencintai binatang lebih dari keluarga. Binatang harus ditempatkan di bawah manusia bukan sejajar.

"Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu." (Kej. 2:21-22). Orang yang fokusnya kepada Tuhan akan mendapatkan pasangan yang dari Tuhan dan tidak perlu mencari-cari. Kita janganlah pilih-pilih tetapi biarkan selera Tuhan yang menjadi pasangan kita. "Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." (Kej. 2:23). Karena ada laki-laki maka ada perempuan dan tanpa perempuan tidak ada kehidupan.

"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging." (Kej. 2:24). Jika sudah berkeluarga maka menjadi tanggung jawabnya diri sendiri dan keluarganya dan sudah independen dengan orang tua maupun mertua. Jika sudah berkeluarga tidak boleh bercerai dan jika ada konflik tetap harus dilewati dan diselesaikan. Sehingga jika belum menikah tetapi melihat ada ketidak beresan lebih baik jangan dilanjutkan. "Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya. Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." (Kol. 3:18-23). Ayat ini bukan untuk pelayanan tetapi ayat ini untuk hubungan sebuah keluarga, kita diminta melakukan untuk Tuhan walaupun pasangan kita mengecewakan kita. "Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu." (Kej. 2:25). Ayat tersebut tidak berbicara mengenai sex. Kita berpacaran harus dalam kekudusan. Ketelanjangan berbicara mengenai keterbukaan antara pasangan kita sehingga Tuhan membuat keluarga kita diberkati Tuhan.

Keluarga yang diberkati harus saling terbuka dengan pasangan kita, jangan menceritakan kejelekan pasangan kita, lakukan mezbah keluarga dan jika ada masalah keluarga selalu mengutamakan Tuhan karena rencana Tuhan yang terbaik buat kita.

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL