Semua sedang digoncangkan. Saat ini kita berada pada zaman yang banyak ketidakpastian. Tetapi kita memiliki yang pasti, yaitu Yesus dan Kerajaan Allah.
Semua sandaran manusia yang kita pegang saat ini sedang dirobohkan oleh Kristus. Kita yang mengharapkan manusia dan benda-benda lain akan mengalami goncangan hebat, hal ini terjadi supaya kita kembali bersandar kepada Raja yang tidak tergoncangkan, yaitu Kristus sendiri.
Kita tidak perlu takut dengan ketidakpastian karena kita memiliki benih ilahi.
Akhir zaman bagi orang-orang kudus menjadi sebuah berita sukacita karena kita akan bertemu dengan pengantin Ilahi kita, yaitu Kristus sendiri. Jika saat ini kita masih duniawi, kita masih terlibat dengan cinta duniawi, dan terikat dengan hal-hal fana, maka bertobatlah.
1 Petrus 1 : 23
Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.
Benih itu adalah potensi. Jawaban terhadap kemiskinan jasmani dan rohani itu sudah ada di dalam diri kita masing-masing. Tetapi, jika masih berharap kepada dunia, maka kita salah karena semua jawaban kehidupan ada dalam diri kita masing-masing bersama Tuhan.
Cara mengeluarkan potensi di dalam diri kita adalah melalui pelayanan. Di mana saja dan kapan saja ada kesempatan melayani, kita ikut serta supaya kita tahu sejauh mana potensi di dalam diri kita. Pelayanan juga akan melatih dan membentuk karakter kita.
Kita tidak akan kekurangan sumber karena benih yang ditaruh Kristus di dalam diri kita menjadi sumber yang mencukupkan.
1 Yohanes 3 : 9
Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
Yang lahir dari Allah memiliki benih ilahi yang dapat mengatasi segala sesuatu. Di dalam diri kita ada benih yang berpotensi menjadi besar. Menua adalah pasti, tetapi ketika kita masih bernapas, teruslah mengelola potensi yang ada di dalam diri kita.
Musa dipanggil Tuhan ketika berumur 80 tahun, untuk pergi menghadap Firaun. Kaleb waktu mendapatkan Hebron berumur 85 tahun. Mulailah pelayanan, namun jangan mulai pelayanan untuk kepentingan pribadi. Pelayanan kita hanya untuk menyenangkan hati Tuhan. Mental pelayanan adalah untuk memberi, terutama memberi yang ada di dalam diri kita, yaitu benih ilahi yang di dalam diri kita.
Kejadian 1 : 29
Berfirmanlah Allah : "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.”
Benih itu selalu memberi kita makanan. Kita tidak akan kekurangan. Kita harus belajar merenungkan apa potensi kita dan bagaimana mengeluarkan itu dalam pelayanan.
Filipi 4 : 8
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Pikiran juga adalah benih. Pikiran harus mengeluarkan buah-buah yang baik. Pikiran perlu diasah menggunakan Alkitab untuk mengeluarkan potensi terbaiknya.
Tuhan Yesus Memberkati