GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

BERBUAH ATAU BERDAUN ?

Pdp. Rita Arifin · Minggu, 03 November 2024

Ibadah Live Streaming 1 - 5
Minggu, 03 November 2024
Pk. 07:00 - 16:30 WIB
Yohanes 15 : 8 Markus 11 : 12 - 14 Yakobus 2 : 20 2 Korintus 3 : 3 Roma 11 : 21 Yohanes 15 : 5
PDF Rangkuman “BERBUAH ATAU BERDAUN ?” Pdp. Rita Arifin · Minggu, 03 November 2024 Unduh PDF
Dalam hidup ini, apakah kita sekadar “berdaun” ataukah menghasilkan “buah” ? Tuhan Yesus mengajarkan, hendaknya kita berbuah. 
 
Yohanes 15 : 8 
Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.
 
Buah apa saja itu ? Bisa saja buah perubahan karakter, perbuatan baik, ataupun memenangkan jiwa-jiwa. Selain itu, buah-buah pertobatan, buah Roh, dan lainnya. Karena, semua itu sangat menyenangkan hati Tuhan. 
 
Jadi, berbuah adalah salah satu tanda adanya kehidupan dalam diri orang percaya. Jangan sampai tidak berbuah. Sebab masih ada banyak orang Kristen yang belum berbuah. Apalagi menghasilkan buah yang busuk, buah yang pahit, ataupun sedikit berbuah, melainkan banyak buah yang bisa dinikmati oleh banyak orang. Mengapa sampai orang Kristen tidak berbuah ? Hari ini kita akan belajar mengetahui apa saja penyebabnya.
Markus 11 : 12 - 14 
Yesus mengutuk pohon ara -- Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu : "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya !" Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.
Yakobus 2 : 20 
Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong ?
Teguran keras dari firman Tuhan. Tanpa buah dalam hidup kita, sesungguhnya iman kita tidak berguna, dan kosong. Jadi, apa saja yang membuat kita tidak berbuah : 
 
• Ragu-ragu. 
Perjalanan hidup sebagai orang percaya memang penuh tantangan. Namun, sayangnya sering kali kita tidak sungguh-sungguh percaya bahwa Tuhan sanggup bertindak dalam kehidupan kita. Mungkin tantangannya sulit dan membuat kita lemah, tetapi kita malah ragu-ragu kepada-Nya. Alhasil, kita tidak pernah berbuah. 
 
Belajarlah percaya dan bersyukur, sekalipun tidak mengerti, ataupun belum menerima jawaban doa. Lagipula, Tuhan tidak menuntut kita untuk mengerti, melainkan Dia hanya menginginkan supaya kita percaya pada apa yang mampu Ia lakukan dalam hidup kita. 
 
Jika hari ini sedang menghadapi permasalahan, pergumulan, walaupun saat ini penuh air mata, ada rasa sakit, serta luka, percayalah semuanya mendatangkan kebaikan, makin dewasa dalam iman, kuat, dan lebih mengenal Dia. Allah kerap mengizinkan hujan lebat terjadi supaya kita dapat melihat pelangi. Jangan ragu lagi, supaya kita tidak kecewa, ataupun meninggalkan Tuhan, mengalami kekalahan, dan tidak berbuah.
 
• Egois. 
Sebuah pohon yang berbuah tidak akan memakan buahnya sendiri. Melainkan, untuk dinikmati oleh orang-orang. Karena itu, jangan menjadi orang Kristen yang hanya ingin menerima, seperti pohon buah-buahan yang tanpa pernah berbuah, alias egois. Jika semuanya hanya tentang kita, dan untuk kita saja, maka kita tidak akan bertumbuh secara rohani, tidak pernah merasa cukup, dan mementingkan diri sendiri.
 
Memberi itu ekspresi kasih. Tuhan mengasihi kita, dan Ia sudah membuktikannya dengan memberikan Anak-Nya yang tunggal bagi kita. Tidak ada orang yang sungguh-sungguh mengasihi jika tidak mau memberi. Orang yang hidupnya penuh kasih pasti ia akan memberi, sebab seseorang dapat memberi tanpa mengasihi, tetapi tidak seorang pun dapat mengasihi tanpa memberi.
 
Jangan cuma maunya diberi, dilayani, didoakan, diperhatikan, melainkan mulailah melayani, mendoakan, memperhatikan, dan memberi. Saat kita melakukannya, maka kita sedang menghasilkan buah yang bisa dinikmati oleh orang-orang di sekitar, atau di mana pun kita berada. Berikanlah yang terbaik.
 
• Bergantung “musim”. 
Tuhan Yesus mengutuk pohon ara karena berdaun lebat, tetapi tidak berbuah. Bahkan, bakal buah saja tidak ada. Padahal, berpotensi menghasilkan buah. Bagaimana dengan kita ? Apakah ibarat “berdaun lebat” -- kelihatan rajin ke gereja, beribadah, tetapi tidak pernah berbuah ?
 
Sesungguhnya, persoalannya bukan terletak pada musim atau tidak musimnya, tetapi Tuhan mau ketika kita “berdaun”, seharusnya produktif serta berbuah di segala musim. Karena, jika tidak berbuah, apa gunanya dipertahankan ? Sebab keberadaan kita sebagai orang percaya adalah seperti surat yang terbuka. 
 
Kita mesti berbuah di segala musim. Jangan bergantung pada “musim-musim” ataupun tempat-tempat tertentu. Berbuahlah di kondisi yang bagaimanapun, serta sesulit apa pun itu, jadilah berkat, menebarkan “aroma Kristus” -- orang-orang melihat Kristus di dalam kita. Dan biarlah kegiatan rohani kita sungguh-sungguh menghasilkan buah. Iman yang nyata melalui perbuatan. Makin kita intim dengan Tuhan, semakin kita banyak berbuah. Jangan pernah berpikir kita bisa berbuah tanpa Yesus. Juga, apabila kita berbuah, bukan karena kehebatan ataupun untuk kemuliaan kita sendiri, melainkan mengarahkan segala pujian hanyalah bagi Dia.
2 Korintus 3 : 3 
Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
Roma 11 : 21 
Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.
Yohanes 15 : 5 
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
 
Semakin besar karunia yang Ia berikan, makin besar tanggung jawab kita untuk menyenangkan Tuhan melalui buah-buah yang kita hasilkan. Bukannya  malah menjadi batu sandungan, tidak beriman, dan tidak berbuah.  
 
Mari menjadi orang-orang Kristen yang berbuah, sehingga banyak orang yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, serta dapat mengenal Dia melalui perbuatan, perkataan, maupun sikap kita di hidup ini. 
 
Jadi, jangan ragu-ragu terhadap apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita, semuanya pasti mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia. Jangan egois atau mementingkan diri sendiri saja, hanya bisa menerima, menerima, dan menerima, melainkan maulah belajar untuk memberi, memberi, dan memberi supaya tercurah damai sejahtera, dan sukacita. Dan berbuahlah bukan tergantung pada musim, melainkan menjadi berkat di segala musim kehidupan kita.
 
Apa pun yang terjadi, tetaplah berbuah. Berbuahlah, supaya ketika Ia datang kembali yang kedua kali, Tuhan Yesus akan mendapati banyak buah yang kita hasilkan selama hidup kita, dan nama-Nya dipermuliakan. 
 
 
Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL