Tuhan kita peduli terhadap marketplace atau pekerjaan anak-anak-Nya. Kita tahu ada istilah ‘9 to 5’ atau rentang jam kerja yang sebagian besar kita jalani. Dunia sepertinya membentuk banyak orang supaya hanya menjalani rutinitas itu. Namun, Tuhan ingin supaya kita bukan hanya memikirkan pekerjaan saja, sebab Ia memiliki rancangan yang lebih tinggi bagi kita.
Rancangan awal Tuhan bagi manusia ialah agar kita melakukan sesuatu untuk memelihara. Tuhan memberikan potensi dan karunia agar manusia dapat mengusahakan sesuatu dalam bidang apa pun dan pada usia berapa pun. Pada awalnya, Ia memperkenalkan dan memberikan sebuah usaha (‘work’), dan bukan sekadar pekerjaan (‘job’).
Sesungguhnya apa pun yang kita kerjakan, mulai dari ibu rumah tangga, sampai jabatan tertinggi, semua berharga dan penting di mata-Nya, apabila dijalani dengan sebaik-baiknya. Dengan pola pikir seperti itu, apa yang menjadi pekerjaan kita, kecil maupun besar dan di manapun kita berada, kita tidak akan menganggapnya sebagai beban, melainkan dapat menjadi dampak, terang dan teladan melalui perbuatan kita.
Kejadian 2 : 15
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
Kejadian 2 : 15 (NIV)
The LORD God took the man and put him in the Garden of Eden to work it and take care of it.
Matius 5 : 14 - 16
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.
Kita melihat dari kitab Kejadian 24 : 10 - 27, tentang Ribkha dipinang dipersiapkan menjadi isteri Ishak. Melaluinya kita dapat pelajaran yang luar biasa.
• Semangat
Ada kualitas semangat yang harus kita miliki, seperti yang dilakukan Ribka dalam firman Tuhan tersebut. Seharusnya, kita tampil berbeda daripada orang-orang dunia, berinisiatif, serta sigap, apa pun keadaan yang sedang kita alami.
Jangan suka menunda-nunda apa yang bisa kita kerjakan hari ini. Jangan biarkan keadaan atau situasi yang mendikte kita, melainkan jadilah rajin, baik dalam perbuatan maupun pemikiran. Jangan jadi orang Kristen yang biasa-biasa saja, melainkan jadilah inovatif, terutama di masa-masa yang penuh perubahan dan keadaan yang tidak menentu seperti saat ini. Tanpa semangat, kita tidak akan mampu melakukan sesuatu di banyak hal. Dengan tetap bersemangat, maka masih ada jalan yang terbuka bagi kita. Karena itu, jangan pernah patah semangat.
• Melebihi ekspektasi
Selama kita masih sanggup melakukan sesuatu, semestinya kita dapat memberikan melebihi apa yang diminta atau ekspektasi. ‘Walk the extra mile.’ Tuhan mengaruniakan potensi yang belum kita ketahui betapa besarnya itu, sampai akhirnya digunakan secara maksimal.
Tetaplah konsisten melangkah maju. Milikilah prinsip mengenai apa yang masih bisa kita lakukan esok dan hari ini agar menjadi lebih baik daripada yang kemarin kita lakukan. Sekalipun mungkin yang kita lakukan itu sesuatu yang kecil atau sederhana, asalkan kita setia, maka suatu hari kita akan melihat bahwa kita telah berhasil sejauh ini.
• Perhatikan perkara kecil
Kita juga diingatkan untuk tidak lupa memperhatikan hal-hal dan perkara-perkara yang kecil atau sederhana. Misalnya, apakah kita memperhatikan orang-orang yang membutuhkan dan perlu pertolongan kita ?
Perhatikanlah hal-hal dan perkara kecil, sebab itu semua dapat membuat perbedaan dalam hidup kita. Banyak bisnis yang sukses dimulai dengan memperhatikan hal-hal mendetail atau yang terlihat sederhana dan kecil. Jangan menjadi orang yang hanya terlihat melakukan hal-hal yang besar saja dan di depan panggung, tanpa pernah mau mengerjakan hal yang kecil, yang di balik layar, atau yang tidak dilihat oleh orang lain. Jika kita tidak menghargai hal yang kecil, maka kemungkinan juga kita tidak akan menghargai hal yang besar.
Kolose 3 : 23
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Tetaplah bersemangat melakukan sesuatu yang terbaik, bersyukur, dan setia pada perkara kecil, maka Tuhan pasti memberkati kita dan Ia menyediakan suatu yang sangat baik bagi kita di depan nanti.
“Your talent’s growth depends less on your hands, and more on your heart.” Artinya, sesungguhnya potensi maupun talenta kita akan berkembang bukan karena sekadar keahlian ataupun kemampuan kita, melainkan lebih pada bagaimana keadaan dan isi hati kita.
Akhirnya, tetaplah berada di dalam hadirat Tuhan, mengandalkan Dia, dan melibatkan-Nya dalam apa pun yang kita kerjakan, supaya pekerjaan dan usaha kita tidak menjadi sesuatu yang sia-sia saja, melainkan menjadi bentuk penyembahan kita kepada-Nya.
Tuhan Yesus Memberkati