GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

BUILDING GOD’S HOLY TEMPLE

Pdm. Willy Santoso · Minggu, 24 November 2024

Ibadah Raya 5 (Onsite)
Minggu, 24 November 2024
Pk. 16:30 WIB
Hagai 1 : 3 – 8
PDF Rangkuman “BUILDING GOD’S HOLY TEMPLE” Pdm. Willy Santoso · Minggu, 24 November 2024 Unduh PDF
Ada satu hal penting dalam hubungan kita dengan Tuhan, yaitu membangun bait suci-Nya di hidup kita, yang berbicara tentang hadirat-Nya, serta kehadiran dan penyertaan Roh Kudus di tengah umat-Nya. Itulah yang menjadi kerinduan Tuhan bagi kita, bersama-sama dengan umat Allah yang hidup.
 
Hagai 1 : 3 - 8
Maka datanglah firman Tuhan  dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya : Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan ? Oleh sebab itu, beginilah firman Tuhan semesta alam : Perhatikanlah keadaanmu ! Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang ! Beginilah firman Tuhan semesta alam : Perhatikanlah keadaanmu ! Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman Tuhan.
 
Pada waktu itu, umat Israel diminta pulang, tetapi mereka tidak menyelesaikan pembangunan Bait Suci. Saat mereka seharusnya membangun Bait Suci, mereka membangun rumah mereka sendiri, sehingga meninggalkan pembangunan Bait Suci. Mereka sudah merasa ‘comfort zone’ atau zona nyaman, maka setiap hal yang mereka lakukan tidak optimal, dan sia-sia. 
 
Bisa saja hari-hari ini kita merasa apa yang kita lakukan sudah baik, namun belum tentu demikian di mata Tuhan. Kalau kita mau maksimal, bangunlah Bait Suci-Nya, dan tubuh kita juga adalah bait Roh Kudus. Kita akan belajar dari pengalaman umat Israel. 
1 Korintus 6 : 19
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri ?
Yohanes 15 : 7 
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
 
Mari introspeksi, apakah kita sudah membangun bait suci-Nya ? Apa yang bisa kita lakukan :
 
1. House of Prayer and Worship (Tempat Berdoa, Memuji, Menyembah Tuhan)
Matius 21 : 13 - 14 
Dan berkata kepada mereka : Ada tertulis : Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun. Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya.
Mazmur 22 : 4
Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.
Pada saat Bait Suci digunakan sebagai tempat perdagangan, tidak pernah terjadi mujizat. Namun, ketika Ia marah dan mengusir mereka, lalu mulai mengubah tempat tersebut menjadi rumah doa, barulah tercatat di Alkitab menjadi tempat mujizat bagi banyak orang. Saat kita memiliki kehidupan doa, pujian, dan penyembahan, akan terjadi mujizat. Mengapa kita juga perlu berdoa ? Karena :
 
* Membuat hati dan pikiran kita tenang
Filipi 4 : 6 - 7 
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

* Menyalurkan berkat Tuhan dalam hidup kita
Yakobus 4 : 2b
Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
* Mengalahkan pencobaan
Matius 26 : 40 - 41 
Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus : Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku ? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan : roh memang penurut, tetapi daging lemah.
“I don’t pray so that I can change God. I pray so that God can change me.” (C. S. Lewis)
 
PRAY = Praise (memuji), Repent (bertobat dan mengaku dosa), Ask (memohon), Yield (berserah).
 

2. House of Sacrifice and Offering (Mempersembahkan Hidup)
Roma 12 : 1 - 2 
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah : itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Galatia 5 : 22 - 24 
Tetapi buah Roh ialah : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
Tidak mungkin kita bisa membangun Bait Suci-Nya sembari masih hidup seperti orang dunia yang selalu dikuasai kedagingan, dan bukan dituntun Roh Kudus. Kita harus menghasilkan buah Roh. Untuk itu, fokuslah pada hal-hal yang berkenan bagi Allah. Saat kita mengeliminasi hal-hal yang tidak berkenan, kita akan menerima damai sejahtera dan menghasilkan buah Roh.
 

3. House of Purification (Proses Pemurnian)
2 Korintus 7 : 1
Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah
Ibrani 12 : 14
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
Yohanes 11 : 39, 41, & 43 - 44 
Kata Yesus : Angkat batu itu ! Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya : Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati ... Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata : Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku … Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras : Lazarus, marilah ke luar ! Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka : Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.
Inti pengalaman Lazarus dibangkitkan adalah Tuhan Yesus berkuasa melakukan mujizat. Namun, Ia meminta mereka terlebih dahulu mengangkat batu. Kita harus menyingkirkan rintangan di depan kita (memurnikan hati dan pikiran) terlebih dahulu, baru terjadi mujizat. 
 

4. House of Glory (Nama Tuhan Dipermuliakan)
1 Petrus 2 : 12
Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.
Matius 5 : 16
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.
Tingkah laku kita hendaknya berkenan di manapun kita ditempatkan oleh Tuhan. Sayangnya, banyak orang percaya yang tidak menampilkan terang, teladan, dan kasih Tuhan. Pastikan kita selalu terhubung dengan Sumber yang sejati, yaitu Tuhan Yesus sendiri dan bangunlah keintiman dengan-Nya. Percayalah, saat kita membangun Bait Suci-Nya, maka Ia akan menggenapi janji-janji-Nya. “You may be the only Bible some people ever read. So the question is : Are you a good translation ?” (Mark Batterson)
 
 
Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL