Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.(Maz. 90:10)
Umur manusia rata-rata mencapai tujuh puluh tahun dan delapan tahun dan kehidupan terasa berjalan dengan cepat. Jika kita sampai terjebak dalam kehidupan yang terburu-buru maka akan :
- Tidak ada waktu (tidak ada kesempatan) untuk mengenal Tuhan, berdoa dan menyembah Tuhan. Untuk dapat mengatasi hal tersebut kita harus belajar untuk bangun tidur lebih awal untuk mencari wajah Tuhan dengan memuji dan menyembah dan masih punya waktu untuk mengucap syukur atas segala berkat yang sudah diterima serta dapat mendoakan orang-orang yang kita kasihi dan punya waktu juga untuk membaca Firman Tuhan sehingga kita lebih mengenal siapa Tuhan kita dan kita akan berdiri teguh ditengah masalah-masalah yang sedang menerpa dalam hidup kita. Bergaul dengan Tuhan secara intim membuat kita peka dan tahu apa yang Tuhan mau dalam kehidupan kita dengan cara mencari wajah Tuhan dan membaca alkitab setiap hari.
- Tidak dapat menikmati
Hidup yang terburu-buru cirinya selalu melihat dan mengejar secara satu arah sehingga berkat yang sebenarnya sudah disediakan dalam kehidupan kita menjadi tidak dapat dinikmati. Jangan sampai kita kehilangan (tidak dapat menikmati) hubungan dengan keluarga karena tidak ada waktu untuk keluarga dan menyesal karena sudah terlambat. Jangan terburu-buru dalam kehidupan tetapi kita harus dapat membagi waktu dan seimbang antara pekerjaan dan hubungan dengan orang-orang yang dikasihi sehingga kita dapat menikmati kehidupan kita dengan ucapan syukur dan teramat sangat terberkati.
Marilah kita mulai mengambil komitmen membagi waktu untuk mencari wajah dan mengenal Tuhan lebih lagi.