Misi bukanlah sebuah program atau kegiatan keagamaan yang lahir dari inisiatif manusia semata, melainkan bermula dari kesadaran bahwa kita sudah lebih dulu dicari oleh Allah. Sejak awal penciptaan, Allah tidak pernah berhenti mencari manusia yang jatuh dalam dosa dan bersembunyi.
Sejak awal sejarah manusia, ketika ikatan hubungan terputus oleh pelanggaran Adam dan Hawa di Taman Eden, respons alami manusia bukanlah mencari Penciptanya, melainkan bersembunyi di balik rasa malu, ketakutan, dan rasa bersalah. Namun, Allah datang memanggil dengan pertanyaan penuh belas kasih : Di manakah engkau ? Pertanyaan ini bukanlah bentuk ketidaktahuan Allah akan keberadaan fisik manusia, melainkan sebuah panggilan pemulihan kesadaran keadaan rohani mereka.
Kejadian 3 : 8 - 10
Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya : Di manakah engkau ? Ia menjawab : Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.
Dalam Kejadian 3 : 8 - 10, ketika manusia mendengar bunyi langkah Tuhan Allah di taman pada waktu hari sejuk, mereka memilih untuk bersembunyi di antara pohon-pohon karena merasa takut dan telanjang akibat dosa. Namun, Allah memanggil dan mencari Adam dengan penuh kasih : Di manakah engkau ?
Pola pencarian ini terus berlanjut sepanjang sejarah keselamatan. Allah mencari Adam di Kejadian 3, Yesus datang langsung ke dunia dalam Injil untuk mencari yang hilang, dan dalam Yohanes 20 : 19, Yesus mendatangi murid-murid-Nya yang sedang mengurung diri di ruangan dengan pintu-pintu terkunci karena ketakutan.
Hingga hari ini, Allah yang sama, masih terus mencari setiap jiwa yang terhilang. Oleh karena itu, esensi misi yang sesungguhnya adalah Allah mencari yang hilang, dan Dia rindu untuk mengajak kita ikut serta dalam karya pencarian tersebut.
Apa itu Misi ?
Misi tidak dimulai dari kesadaran akan kemampuan kita untuk pergi, melainkan dari kesadaran mendalam bahwa kita sendiri adalah orang-orang yang telah lebih dulu dicari, ditemukan, dan diselamatkan oleh Tuhan. Misi adalah tentang Tuhan yang mencari yang hilang, dan Dia mengajak kita ikut serta dalam pencarian tersebut.
Mengapa setiap orang percaya dipanggil untuk terlibat aktif dalam pengutusan ? Ada tiga alasan utama mengapa kita harus melakukan misi :
• Damai sejahtera yang kita terima sangat mahal harganya.
Pemberian damai sejahtera oleh Yesus bukanlah sekadar ucapan salam formalitas, melainkan sebuah anugerah yang dibayar dengan harga yang amat mahal melalui penderitaan dan pengorbanan Kristus di kayu salib.
Yohanes 20 : 19 - 21
Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata : Damai sejahtera bagi kamu ! Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi ; Damai sejahtera bagi kamu ! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.
Damai tersebut bukanlah sesuatu yang murah atau instan. Untuk memberikan damai itu, Yesus membuktikan harga mahal yang harus dibayar melalui penderitaan dan penebusan di kayu salib. Damai yang pertama adalah untuk kita agar hati kita dipulihkan dari ketakutan. Damai yang kedua adalah untuk dibawa keluar kepada dunia. Yesus menegaskan, Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.
• Misi merupakan luapan dari hubungan karib dengan Allah.
Misi bukanlah sebuah beban administratif, target organisasi, atau sekadar program rutin gereja, melainkan sebuah luapan alami dari kedekatan relasi kita dengan Tuhan.
Yohanes 4 : 31 & 34
Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya : Rabi, makanlah … Kata Yesus kepada mereka : Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Ketika para murid berfokus pada kebutuhan fisik dan pemenuhan diri jasmani, Yesus menunjukkan bahwa kepuasan dan kebahagiaan terbesar dalam hidup-Nya adalah ketika Ia melakukan kehendak Bapa yang mengutus-Nya. Misi bukan sekadar aktivitas luar, melainkan luapan kebahagiaan dari relasi mendalam dengan Allah. Ketika hati kita dipenuhi oleh kasih Tuhan, kerinduan untuk membagikan kasih itu akan mengalir secara alami.
Bagi Yesus, melakukan kehendak Bapa dan menggenapi misi penyelamatan bukanlah beban yang melelahkan, melainkan sumber kekuatan rohani, seperti air hidup yang mengalir dari cawan yang penuh hingga meluber ke sekitarnya. Ketika seseorang memiliki hubungan yang intim dan hidup dengan Tuhan, kasih dan kepedulian terhadap jiwa-jiwa akan mengalir dengan sendirinya dari lubuk hatinya yang paling dalam.
• Di luar pintu, masih banyak orang yang belum bisa menyembah.
Di luar pintu rumah dan zona nyaman kita, masih banyak orang yang hidup dalam kegelapan, bergumul dengan beban hidup, dan belum dapat menyembah Allah yang benar. Mereka tidak bisa datang sendiri karena terbelenggu oleh ketakutan, keputusasaan, atau dosa. Oleh sebab itu, mereka perlu ada yang datang membawa berita sukacita. Jika tidak ada yang diutus dan tidak ada yang pergi, bagaimana mereka bisa mendengar dan mengalami kasih Kristus ?
Ketika kita melihat kerinduan ini, pertanyaannya bukan lagi Apakah saya harus pergi ?, melainkan Dari mana saya bisa mulai ? Jawabannya sering kali sederhana : mulailah mendoakan satu nama orang terdekat di sekitar kita yang belum mengenal kasih Kristus.
Untuk meneladani pola pengutusan Yesus secara efektif, kita dapat menerapkan tiga langkah praktis berikut ini :
1. DATANG (Yesus tidak menunggu dipanggil)
Yesus mendatangi para murid di tengah ruangan tertutup tanpa menunggu mereka memanggil atau membukakan pintu bagi-Nya. Dalam menjangkau sesama, kita perlu mengambil inisiatif untuk menjumpai mereka di tempat mereka berada, baik melalui sapaan hangat, perhatian kecil, maupun kepedulian nyata seperti, Eh, kamu di mana ? Lama nggak kelihatan. Orang yang sedang menutup diri akibat luka hidup jarang bisa kembali pulih jika tidak ada yang berinisiatif mendekati mereka.
2. DAMAI (Membangun penerimaan, bukan penghakiman)
Ketika menjumpai orang lain, reaksi pertama Yesus bukanlah menghakimi, misalnya, Kalian ke mana saja ? atau Kamu sih kurang doa !, melainkan menawarkan penerimaan dan ketenangan, yaitu Damai sejahtera bagi kamu. Tugas utama kita adalah mendengarkan dan menghadirkan suasana yang penuh kasih tanpa menghakimi, sehingga mereka merasa aman untuk berbagi pergumulan hidupnya.
3. CERITA (Membagikan pengalaman pribadi tentang pertolongan Tuhan)
Kita dapat membagikan cerita hidup kita melalui tiga alur kesaksian sederhana :
- Dulu saya ... (keadaan hidup sebelum mengenal pemulihan Tuhan)
- Lalu Tuhan ... (bagaimana kasih karunia Kristus menjamah hidup kita)
- Sekarang saya ... (perubahan dan pengharapan yang kita miliki saat ini)
Akhiri percakapan dengan kalimat penutup yang penuh iman seperti, Bolehkah aku mendoakan kamu ? Perlu diingat bahwa tugas kita hanyalah datang dan menabur, urusan membuka hati adalah pekerjaan dan karya kuasa Roh Kudus.
Yohanes 20 : 22
Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata : Terimalah Roh Kudus.
Yesus menghembuskan Roh Kudus kepada murid-murid-Nya untuk memperlengkapi mereka dengan kuasa ilahi. Roh Kudus memberikan keberanian, hikmat, tuntunan serta kuasa untuk melangkah keluar.
Pintu kehidupan yang selama ini mungkin terkunci rapat karena rasa ketakutan, kini terbuka lebar-lebar oleh karena kesadaran bahwa kita telah diutus.
Kita yang dahulu merupakan individu-individu yang dicari dan diselamatkan oleh Tuhan, kini dibebaskan untuk menjadi pengutus-pengutus damai sejahtera bagi dunia sekitar kita.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



