Ketika Adam dan Hawa berbuat dosa, Allah mendatangi mereka bukan dengan murka yang menyala-nyala, tapi dengan kasih. Tuhan ingin mereka bertobat dan kembali kepada Dia untuk menerima keselamatan kekal.
Kejadian 3 : 8 - 9
Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya : Di manakah engkau ?
Allah yang datang berjalan dengan perlahan, dengan hati yang berduka, dan dengan suara lebut berkata, Di manakah kamu ? Kata itu bukan sebuah pertanyaan dan maknanya bukan sekedar lokasi, tapi hubungan.
Tuhan seolah berkata, Mengapa engkau lari dari satu-satunya Pribadi yang sanggup menolongmu dan yang rela membayar harga untuk menyelamatkanmu ? Hingga hari ini Tuhan masih bertanya dengan lembut, Di manakah kamu ? Pertanyaan bukan sebuah tuduhan, tapi undangan untuk pulang, kembali kepada Dia.
Tujuan Tuhan :
Pertanyaan, Di manakah kamu ? bukan untuk menghakimi, tapi mengundangmu kembali ke dalam pelukkan-Nya. Yang Tuhan rindukan bukan kesempurnaanmu, tapi hatimu.
Domba yang terhilang, Allah mencarinya.
Lukas 15 : 4 - 6
Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya ? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
Anak yang terhilang, Bapa menunggu ia pulang ke rumah.
Lukas 15 : 19 - 20
Aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Tiga langkah jika kita ditanya Di manakah kamu !
1. Ya, Tuhan aku disini
Lukas 15 : 17
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapakku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Seorang hamba bisa berubah ketika ia menyadari keadaannya, menerimanya, dan bersedia memiliki tanggung jawab, bukan menyalahkan keadaan atau orang lain.
2. Ya, Tuhan aku ingin kembali
Lukas 15 : 18 - 21
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapakku dan berkata kepadanya : Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapaknya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
3. Ya, Tuhan aku pulang
Lukas 15 : 22 - 24
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya : Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
Ini adalah proses penebusan, pulang, dan dikembalikan kepada hak dan kehormatan sebagai anak. Hal ini hanya bapak yang berhak melakukannya.
Take Home Messages :
Di manakah Anda sekarang, terkait keadaan kehidupanmu di hadapan Allah ? Sedang lari ? Sedang menghindar ? Sedang bersembunyi ? Atau sudah sadar Anda sedang mati kelaparan karena dosa dan perbuatanmu ? Kembalilah kepada Bapa, bertobat, berbalik dari dosamu dan kembai kepada Yesus !
Tuhan Yesus Memberkati