GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

DIA MENINGGALKAN TEMPAYANNYA

Pdm. Theresia Cynthia Tirtadiredja, SH · Minggu, 06 Oktober 2024

Ibadah Raya 5 (Onsite)
Minggu, 06 Oktober 2024
Pk. 16:30 WIB
Yohanes 4 : 5 – 30
PDF Rangkuman “DIA MENINGGALKAN TEMPAYANNYA” Pdm. Theresia Cynthia Tirtadiredja, SH · Minggu, 06 Oktober 2024 Unduh PDF

Suatu hari nanti, apa pun yang ada di genggaman tangan akan kita lepaskan, entahkah itu sesuatu ataupun seseorang. Namun, ketika waktunya itu tiba, apakah kita sanggup dan rela untuk melepaskannya ?

Kita akan belajar dari kisah perempuan Samaria dan tempayannya, yang rela dilepaskan ketika mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan Yesus (Yohanes 4 : 5 - 30). 

Tempayan itu merupakan barang yang berharga baginya, yang menjadi alasan kuat bagi dia pergi ke sumur untuk menimba air.

Dia adalah perempuan Samaria yang gagal berulang kali pada pernikahannya, lalu memilih hidup dalam dosa perzinaan, bahkan menjadi musuh satu kampung atau tidak diinginkan di tempat tinggalnya.

Pada hari itu dia pergi ke sumur seperti biasanya dengan tempayannya. Kelihatannya dia haus, tetapi sesungguhnya bukan sekedar haus secara jasmani, melainkan ada rasa haus yang lebih dia rasakan secara jiwa dan roh.

Sekilas tentang orang Samaria yang perlu juga kita ketahui :

* Musuh orang Yahudi karena dianggap sebagai bangsa yang bukan murni keturunan Yahudi.

* Orang-orang Samaria menolak Mesias, namun percaya pada hukum Taurat Musa, dan menganggap Yakub sebagai bapa leluhur mereka.

* Tempat ibadah orang Samaria di bukit ataupun gunung Gerizim, dan menolak Bait Suci di Yerusalem.

Namun, hari itu Yesus menginterupsi kehidupannya (a divine intervention, a holy encounter) melalui :

* “Berilah Aku minum.”
* “Panggillah suamimu.”
* “Percayalah kepada-Ku, Akulah Dia.”

1. Berilah Aku Minum (ayat 7, dan 10).
Semua berawal dari permintaan Tuhan Yesus, “Berilah Aku minum.” Dan berakhir pada permintaan perempuan Samaria, “Berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."

Yesus mengerti kebutuhan setiap kita dan sanggup memenuhinya, apa pun keadaan yang terjadi di luar, sekalipun tidak ada tanda-tanda pemulihan, perubahan, dan pertolongan.


2. Pergilah, Panggillah Suamimu dan Datang ke Sini (ayat 16).

Kemudian, Ia memerintahkan “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.” Lalu, perempuan Samaria itu dengan jujur menjawab, “Aku tidak mempunyai suami." Yesus menanggapi kejujurannya, "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."

Terbuka, dan jujurlah kepada Tuhan, terutama memasuki Tahun Baru kalender Yahudi 5785, Pey Hey. Jangan lagi pakai topeng di hadapan-Nya.

Yesus tahu dan mengerti setiap kelemahan kita, terlebih lagi segala sesuatu yang tersembunyi, dan dalam kasih karunia-Nya Ia yang mencari kita untuk mengampuni apa pun yang menjadi dosa, kesalahan, kegagalan, dan pelanggaran kita. Perbaikilah hidup kita, jaga kekudusan, dan izinkan Tuhan terlibat dalam keseharian kita.


3. Percayalah Kepada-Ku, Akulah Dia (ayat 21, dan 26).

Perempuan Samaria mengakui, “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.” Tuhan menyatakan, “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."

Yesus mau mempertemukan diri-Nya dengan kita, siapa pun kita, dan apa pun posisi kita saat ini. Jesus for everyone. Everyone, keep on fire! Tuhan Yesus untuk semua orang, hendaknya pelita dan roh kita tetap menyala-nyala melayani Tuhan. Tetaplah terkoneksi dengan Dia.

Selanjutnya, perempuan Samaria itu meninggalkan dan melepaskan tempayannya di situ, lalu pergi ke kota, dan berkata kepada orang-orang yang di situ : Mari, lihat ! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu (ayat 29) ? 

Saat dia berjumpa secara pribadi dengan Tuhan Yesus, tempayannya itu sudah bukan lagi menjadi :

* Alat ataupun alasan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

* Alat ataupun alasan untuk menutupi kelemahannya.

* Alat ataupun alasan untuk menghindari perjumpaan dengan orang lain.

Sampai hari ini, Yesus masih setia mengetuk pintu hati kita, menanti kita untuk membukakan, mengundang Dia masuk, dan duduk makan bersama-sama, tetapi Ia tidak akan pernah memaksa kita. Lepaskan segala sesuatu, peganglah Dia erat-erat selamanya, dan jangan pernah melepaskan-Nya

Wahyu 3 : 20
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL