Kehidupan setiap kita merupakan sebuah perjalanan rohani, dan setiap kita dipanggil sebagai murid Kristus, bukan sekadar menjadi sibuk menjalani pelayanan ataupun pekerjaan. Sebab seorang pelayan belum tentu seorang murid, namun jika ia senantiasa melayani, semestinya ia merupakan seorang murid, serta ia tidak bisa serta-merta melakukan apa pun semaunya sendiri, bahkan taruhan pada zaman awal menjadi murid Tuhan Yesus itu adalah nyawa.
Bagaimana dengan keadaan zaman sekarang? Kemungkinan besar sedang terjadi degradasi atau penurunan standar dalam menjadi murid-Nya, bahkan mungkin banyak yang membenci Dia, dan menjadi iri hati terhadap murid-murid-Nya.
Lukas 9:23
Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”
Kita akan melihat dan belajar dari pengalaman nyata hidup Markus, atau yang dikenal juga sebagai Yohanes Markus, seorang murid Tuhan Yesus.
Markus Si Pembelot
Namanya muncul pertama kali di dalam Kisah Para Rasul 12:12, “Dan setelah berpikir sebentar, pergilah ia ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa.”
Pertama kali terjun dalam pelayanan ada pada Kisah Para Rasul 12:25, ”Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem, setelah mereka menyelesaikan tugas pelayanan mereka. Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus.”
Kisah Para Rasul 13:5
Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka.
Pernah pergi meninggalkan pelayanan dalam Kisah Para Rasul 13:13, ”Lalu Paulus dan kawan-kawannya meninggalkan Pafos dan berlayar ke Perga di Pamfilia; tetapi Yohanes meninggalkan mereka lalu kembali ke Yerusalem.”
Penilaian orang tentang Markus pernah seperti ini: Tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka. Dengan kata lain, pernah dianggap juga tidak dapat diandalkan.
Namun, sebagai setiap murid, pasti mengalami awal, proses, serta akhir dari suatu panggilan. Terutama, sering kali juga secara adikodrati ataupun supernatural.
• Awal suatu panggilan
Mungkin pada awal sebuah pelayanan, kita ingin terlibat atau mau melakukan sesuatu. Namun, sebagai murid Kristus, kita mesti menyangkal diri, memikul salib setiap hari yang artinya:
1. Meninggalkan semua dosa, bukan sementara saja
2. Menanggalkan ego pribadi yang sangat besar sekali godaannya
3. Membayar harganya yang diperlukan bahkan yang lebih dan lebih lagi
Bagaimana dengan kita saat ini, masihkah setia melakukan semua itu, baik secara besar maupun terutama perkara kecil dan yang tidak terlihat oleh manusia?
• Proses suatu panggilan
Mungkin dalam menjalani proses suatu panggilan yang dari Tuhan, kita pun tidak terlepas juga dari:
- mengalami kekecewaan
- mengalami keraguan
- mengalami penentangan dari orang luar maupun dalam lingkungan terdekat
- mengalami keletihan baik secara mental, pikiran, maupun fisik
- mengalami kekurangan
- mengalami godaan hingga terjatuh dalam dosa dan kegagalan
Dan segala proses seperti itu mungkin dapat saja akan kita alami setiap hari (every day) melalui apa pun yang terjadi.
• Akhir suatu panggilan
Melihat peristiwa Yohanes Markus meninggalkan Saulus serta Barnabas, puji Tuhan karena pada akhirnya:
- Yohanes Markus kembali melayani dan ia diterima oleh Paulus (2 Timotius 4:11)
- Ia menemani Paulus di penjara sebagai rekan sekerja Allah (Kolose 4:10)
- Ia dimuridkan dan mendengar dari Petrus tentang kisah Yesus dan para murid-Nya, ia menulis kisah-kisah tersebut dan disebutkan sebagai Kitab Markus
- Ia melayani di Alexandria Mesir, dan mati sebagai martir di sana
Yosua 1:9
Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.
Tetaplah setia pada panggilan kita, jangan meninggalkan panggilan kita yang dari-Nya.
Tuhan Yesus Memberkati