Apa pun kondisi dan keadaanmu hari-hari ini, apakah masih punya sukacita? Mengapa tidak? Dan bagaimana kira-kira supaya sukacita kita menjadi sempurna?
Filipi 2 : 2 - 4
Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
Kitab Filipi mengajarkan sempurnakan sukacita kita dengan memperhatikan kepentingan orang lain juga.
Tujuannya Paulus menulis surat kepada jemaat maupun kitab Filipi adalah untuk berterimakasih kepada jemaat Filipi karena mereka sangat bermurah hati bagi pekabaran Injil yang dilakukan rasul Paulus.
Kitab Filipi dibagi menjadi 4 bagian besar:
- Sukacita dalam menderita, berdoa bukan untuk diri sendiri, tetapi juga berdoa untuk orang lain dengan ucapan syukur dan sukacita.
- Sukacita dalam melayani, mengasihi karena doa dan pertolongan orang lain (jemaat Filipi).
- Sukacita dalam mempercayai, Paulus tahu jemaat Filipi lebih memerlukan pengabaran Injil.
- Sukacita dalam memberi, seperti Paulus memberikan hidupnya bagi kemuliaan nama Tuhan.
Prayers Matters, kita mengetahui doa kita mengandung kuasa dan mujizat, seperti halnya dalam penderitaan Paulus tidak hanya berdoa bagi orang lain, tapi bahkan berkhotbah.
Ada satu kepastian yang dijanjikan Yesus bagi kita, yaitu mintalah sukacita, maka akan diberi dan sukacita kita akan penuh.
Joyfully & Selflessly
Paulus benar-benar memiliki hati mengabarkan Injil bagi jemaat di Filipi, dan mengabarkan berita baik dalam sukacita Allah, bahwa Bapa mengasihi kita, seperti Bapa juga mengasihi Yesus.
Miliki pengenalan yang baru dalam kasih (love needs knowledge, and knowledge also needs love). Dan semestinya kita mengasihi dengan tulus bukan memberi kasih yang pura-pura.
Orang yang merasa dirinya korban, tidak akan pernah bisa berkorban. Tetapi, setiap orang yang di menangkan oleh Yesus di atas kayu salib pasti akan merasakan sukacita. Sebab, walaupun kita pernah dikecewakan oleh orang seiman, teman gereja, atau dalam komunitas, mari kita belajar untuk penuh kasih bagi kemuliaan nama Tuhan.
Mari, mulai saat ini kita miliki sukacita yang tidak tergantung keadaan atau kondisi, karena sukacita kita kepada Tuhan tidak bisa dipisahkan oleh apa pun.
Tuhan Yesus Memberkati