Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." (Luk. 2:12-14)
Sebagai orang yang mengenal Yesus dan merayakan Natal, pahamkah kita apa makna Natal sesungguhnya yang akan kita rayakan. Menjelang Natal, banya orang menyalah artikan makna natal. Natal di identikan dengan pesta natal yang mewah, perayaan yang besar dan megah. Tapi tidak memahami apa esensi sebenarnya dari NATAL di akhir jaman ini.
Ada 2 Esensi Natal yang harus kita pahami di masa sekarang ini :
- Natal adalah Tetaplah Sederhana (Luk. 2 : 12).
- Natal adalah Tetap Terhubung (Luk. 1:17)
- Natal Adalah hidup tetap Melayani (2 Kor. 5:10)
Arti kata Sederhana adalah Aplotes. Salah satu bukti orang itu sederhana adalah hidup nya fleksible, karena orang yang sederhana adalah sebuah Keputusan, sedangkan Kesombongan adalah Perasaan.
Natal berbicara tentang sebuah kesederhanaan. Saat ini orang sudah terlalu besar, organisasi, pelayanan, kehidupan sudah terlalu besar sehingga membuat orang menjadi rumit. Sebaliknya yang seharus nya adalah kita menjadi Simple, atau sederhana. Jadi lah seperti Garam, karena garam itu murah tapi tidak murahan. Karena garam sifatnya sederhana, tapi memberikan pengaruh yang sangat besar pada makanan, karena garam ketika sudah di masak, tidak lagi terlihat, itulah yang di maksud Kesederhanaan.
Orang yang sederhana cenderung gampang berubah, gampang di tegur, gampang bergerak.
Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, (Why. 13:16)
Pertempuran terbesar manusia diakhir jaman adalah Gaya Hidup (Tangan) dan Cara Berpikir (Dahi).
Kekristenan adalah jalan, dimana jalan yang menghubungkan satu dengan yang lain. Dimana kekristenan lah yang menghubungkan orang dunia untuk mengenal Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat manusia. Jika tidak ada kesederhanaan dalam hidup bagaimana dapat terhubungkan orang dunia dengan Tuhan Yesus. Dengan kesederhanaan lah orang akan mengenal Tuhan Yesus, seperti Yesus yang dilahirkan dalam kesederhanaan.
Hidup kalau hanya mendengarkan dan tidak bergerak tidak akan memberikan dampak kepada orang lain. Untuk dapat memberikan dampak, hiduplah untuk melayani. Melayani orang yang ada disekitar kita. Pelayanan seperti apa yang kita lakukan dan berikan itu yang akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Takhta Pengadilan Kristus (2 Kor. 5:10).
Jadilah umat yang menyikapi dan memahami esensi dari Natal yang sesungguhnya, dimana Natal adalah kita dapat tetap bersikap sederhana dan berpikir dengan sederhana. Dan Natal adalah kita dapat tetap terhubung dengan Kristus sehingga hidup kita dapat menjadi jalan bagi orang di dunia ini untuk mengenal Tuhan Yesus, dan yang terakhir Natal adalah Hidup untuk saling melayani dimanapun kita berada. Agar orang dapat melihat Kristus di dalam Hidup kita dan mengenal Siapa Allah yang Kita Sembah. Amin.!