Excellent Spirit adalah roh yang unggul. Bukanlah bakat alami semata, melainkan buah dari hubungan yang intim dengan Tuhan. Karakteristik utamanya meliputi : Integritas yang kuat (konsistensi antara apa yang dipercaya, dikatakan, dan dilakukan, bahkan ketika tidak ada orang yang melihat atau saat berada di bawah tekanan), ketekunan spiritual (memiliki disiplin rohani yang tinggi seperti doa dan pembacaan Firman yang menjadi sumber kekuatan utama, bukan sekadar ritual), hikmat Ilahi dan pelayanan tanpa cela.
Roma 12 : 2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Pembaharuan budi adalah perubahan karakter sampai serupa dengan karakter Kristus. Artinya, kita harus menjadi yang terbaik dari versi yang Tuhan inginkan. Tuhan lebih peduli pada karakter dari pada karunia atau talenta yang kita miliki. Karakter keluar dan menjadi hasil dari proses yang terjadi di dalam hidup, sedangkan karunia sesuatu yang ditambahkan dari luar ke dalam diri kita.
Talents is a gift, but character is a choice’ - John C. Maxwell
2 Korintus 3 : 18
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak terselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
Beberapa karakter Kristus :
1. Karakter hamba
Markus 10 : 45
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
Seorang hamba lebih suka melayani dari pada melayani.
2. Karakter kebenaran dan kasih
2 Yohanes 1 : 3
Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.
Kebenaran dan kasih adalah dua karakter yang tak terpisahkan, kita tidak bisa memiliki salah satunya saja. Kasih yang kita tunjukkan harus dalam kebenaran. Dan tindakan yang benar harus bersumber dari hati yang penuh kasih.
3. Karakter mengampuni
Lukas 23 : 34
Yesus berkata : Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.
Pengampunan adalah melepaskan, bukan membalas. Hal mengampuni, Tuhan selalu mengampuni tanpa batas. Segala dosa dan pelanggaran kita tidak diperhitungkan-Nya, bahkan Ia mengasihi kita selagi kita masih dalam dosa. Ia juga mau kita hidup dalam kasih dan pengampunan. Mengampuni kesalahan orang lain dan melupakan kesalahan yang telah diperbuat, supaya kasih Kristus diam dengan sempurna dalam hidup kita.
Matius 18 : 21 - 22
Lalu datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus : Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku ? Sampai tujuh kali ? Yesus berkata kepadanya : Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
4. Karakter ketaatan
Matius 26 : 39
Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya : Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu daripada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.
Ketaatan adalah sebuah tindakan aktif, sadar dan berkehendak bebas untuk menyelaraskan diri dengan otoritas yang sah demi tujuan yang lebih tinggi. Ketaatan sebagai respon kasih; bukan transaksi tapi relasi, melalui penyerahan kehendak dan dilakukan secara konsisten.
Tuhan Yesus Memberkati