Banyak dari kita mungkin merasa hidup yang berjalan di tempat: bangun pagi, kuliah atau bekerja, pelayanan, meeting, urusan keluarga, tidur larut malam, lalu besoknya begitu lagi. Hidup seperti roda yang terus berputar, bahkan seperti hamster yang berlari terus sampai kelelahan.
Hari ini kita akan belajar bahwa Tuhan pasti punya rencana yang indah untuk kita, karena itu kita perlu mengatur waktu serta prioritas kita. Kesalahan dalam mengatur prioritas hanya akan membuat kita makin lelah, bosan, bahkan burn out atau kewalahan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kita sering salah dalam menentukan prioritas:
Pertama, kita menganggap semua tugas itu penting. Tidak tahu mana yang harus didahulukan, sehingga semua dikerjakan sekaligus, dan akhirnya kelelahan.
Kedua, kesenangan instan. Banyak pekerjaan menumpuk, tetapi kita memilih bersantai, menonton, atau scrolling media sosial. Akibatnya, hal-hal yang sebenarnya tidak boleh ditunda malah menjadi berantakan karena kita tidak menggunakan waktu secara tepat.
Ketiga, terlalu banyak multitasking. Kelihatannya baik karena ingin melakukan semuanya sendiri. Namun, terlalu banyak hal yang dipegang justru menurunkan produktivitas serta fokus kita. Kita menjadi bingung harus mulai dari mana.
Keempat, perubahan yang tidak kita sadari. Seiring bertambahnya usia dan perubahan status hidup, misalnya dari singel menjadi menikah, atau dari PHK menjadi kembali bekerja, ada hal-hal yang dulu boleh dilakukan namun sekarang tidak lagi. Jika tidak menyesuaikan diri atau beradaptasi, bisa timbul konflik dalam rumah tangga ataupun pekerjaan terganggu.
Kelima, lingkungan sosial. Ada waktunya kita bersama teman-teman, tetapi ada juga waktunya kita harus fokus pada prioritas lain, termasuk keluarga dan pekerjaan. Kita perlu belajar memilih mana yang lebih penting.
Mengatur Prioritas Hidup Menurut Firman Tuhan
1. Prioritas Utama: Tuhan Dalam Hidup Kita
Bagaimana cara mengatur prioritas dengan benar? Yang pertama dan paling utama adalah Tuhan. Berarti kita mengutamakan Tuhan di atas serta di dalam segala sesuatu, terutama hidup seturut kebenaran firman-Nya. Karena itu, awali hari dengan berdoa dan merenungkan firman Tuhan. Dengan membaca firman, kita tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Kebiasaan yang baik ini juga akan membuat kita melibatkan Tuhan dalam setiap aspek maupun keputusan, terkhusus ketika merasa berada di “persimpangan jalan”. Kita akan jadi tahu mana yang sesuai kebenaran firman, dan mana yang harus dihindari.
Matius 6:33
Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
2. Prioritas Kedua: Diri Sendiri
1 Korintus 6:19 mengingatkan, tubuh kita adalah bait Roh Kudus. Tubuh ini bukan milik kita sendiri, karena kita telah ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus, dibeli dengan darah-Nya yang mahal. Sebagai milik Tuhan, kita sebenarnya bertanggung jawab menjaga dan memperhatikan tubuh kita. Jika tidak, mungkin saja kita bisa sakit atau kelelahan akut, yang akhirnya merugikan diri sendiri. Kita jadi kehilangan waktu untuk sungguh-sungguh dengan Tuhan, bersama keluarga, ataupun melayani. Menjaga diri bukan untuk kepentingan diri semata, tetapi juga agar kita mampu melayani Tuhan dan mengasihi sesama secara optimal.
3. Prioritas Ketiga: Keluarga
1 Timotius 5:8 menegaskan, jika ada orang yang tidak memelihara sanak saudaranya, terutama seisi rumahnya, ia lebih buruk daripada orang yang tidak beriman! Keluarga adalah prioritas yang penting, karena melalui kehidupan kita jugalah maka mereka dapat melihat karakter Kristus. Jika tidak peduli pada keluarga, kita menjadi “batu sandungan”, mereka akan memiliki gambaran buruk tentang Kristus. Karena itu, sediakan waktu berkualitas bersama keluarga, saling mendengarkan, peduli, dan mendoakan. Biarlah keluarga mengalami kasih Tuhan melalui hidup kita.
4. Prioritas Keempat: Pekerjaan
Di tempat kerja, kita juga bisa menjadi saksi Kristus. Orang-orang akan melihat kelakuan, perkataan, dan perbuatan kita. Karena itu, jaga integritas, lakukan yang terbaik sebagai bentuk kemuliaan bagi nama Tuhan. Sebab, Dia telah memberi kita karunia, talenta, atau keahlian untuk dimaksimalkan di mana pun kita ditempatkan.
Kolose 3:23
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
5. Prioritas Kelima: Pelayanan
1 Petrus 4:10 mengingatkan kita untuk melayani sesuai karunia yang telah diperoleh. Ingat satu hal penting, bahwa pelayanan adalah buah dari hubungan kita dengan Tuhan, bukan pengganti hubungan dengan Tuhan. Jangan sampai kita melayani dengan terpaksa atau keletihan sampai mengabaikan keluarga. Kita perlu mengenali batasan dan panggilan kita masing-masing. Tidak semua pelayanan harus kita ikuti. Jika bukan panggilan kita, jangan memaksakan diri. Pelayanan yang berlebihan justru bisa jadi batu sandungan bagi keluarga.
Cara Praktis Mengatur Waktu
• Pertama, pilah mana yang penting dan mendesak.
Hal penting dan mendesak harus segera dibedakan. Hal penting tapi tidak mendesak bisa dijadwalkan. Hal tidak penting tapi mendesak juga bisa didelegasikan. Hal tidak penting dan tidak mendesak sebaiknya tidak menyita waktu kita.
• Kedua, belajar berkata "tidak" dengan bijak.
Kita manusia terbatas, bukan Superman. Tidak perlu berusaha menyenangkan semua orang. Kehabisan waktu dan tenaga karena ingin menyenangkan semua orang hanya akan merusak kesehatan dan keseimbangan hidup.
• Ketiga, evaluasi setiap minggu.
Lihat kembali mana yang harus diperbaiki, diatur ulang, ataupun diprioritaskan.
Tanda Hidup yang Seimbang dan yang Tidak Seimbang
Hidup seimbang ditandai dengan punya waktu untuk Tuhan tanpa terburu-buru, menikmati ibadah serta jam-jam doa, punya waktu istirahat untuk kesehatan, punya ‘quality time’ beserta keluarga, bekerja dengan sukacita, dan melayani dengan kuasa-Nya karena kita di-charge terlebih dahulu oleh Tuhan.
Sedangkan, ciri hidup yang tidak seimbang biasanya ditandai dengan ibadah terasa seperti kewajiban, sering sakit karena kelelahan, selalu terburu-buru sampai stres, keluarga komplain jarangnya waktu untuk bertemu, pelayanan terasa berat dan menjenuhkan karena merasa tidak punya waktu ataupun semangat.
Serahkan Beban dan Segala Kekhawatiran Kita kepada Tuhan
Mazmur 127:2
Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.
Kita sering berjuang mati-matian dengan kekuatan sendiri, tetapi firman Tuhan mengingatkan bahwa usaha tanpa Tuhan adalah sia-sia. Kita terbatas, Tuhan tidak terbatas. Ada hal yang bisa kita lakukan, dan ada hal yang seharusnya kita serahkan kepada Tuhan.
Pada waktu tidur—waktu kita tidak terjaga—Tuhan bahkan tetap sanggup memberkati! Karena itu, serahkan segala beban maupun kekhawatiran kepada Tuhan, biarlah Dia mengambil alih, serta turut campur dalam hidup kita.
Dia yang akan memberikan ketenangan, kekuatan baru, damai sejahtera, dan memberkati seluruh kehidupan kita, baik dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, maupun setiap aspek hidup kita. Tuhanlah yang memampukan kita, dan bukan sekadar kekuatan kita sendiri. Karena itu, mari datang ke hadirat-Nya, dan serahkan seluruh hidup kita ini ke dalam tangan-Nya.
Semoga kita dapat hidup makin seimbang, mengutamakan Tuhan, mengatur waktu serta prioritas kita dengan hikmat yang benar, mengasihi keluarga, memberikan yang terbaik melalui pekerjaan, serta melayani dengan sukacita. Dan biarlah semua yang kita lakukan membawa kemuliaan bagi nama-Nya, Tuhan Yesus Kristus.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



