Tentu banyak kita yang menginginkan mengalami mukjizat dalam hidup. Sayangnya, kerinduan ini sering kali bergeser menjadi hanya keinginan untuk secara materi misalnya supaya cepat kaya. Hal seperti ini justru malah bisa memicu banyaknya fenomena yang salah, sehinga banyak orang, menurut sebuah artikel, yang melakukan “flexing” di media sosial, investasi bodong, pergi ke "orang pintar" ataupun lainnya.
Tuhan memang merindukan hidup umat-Nya mengalami kelimpahan, serta berkat yang juga bukan sekadar materi (Yohanes 10:10), namun bukan dengan cara-cara yang serba instan atau manipulatif. Untuk memahami bagaimana mukjizat bekerja, kita dapat mengambil analogi dari radio zaman dulu seperti di era 90-an, di mana ketika kita ingin mendengarkan stasiun radio favorit, maka bukanlah radionya yang menyesuaikan dengan kita, melainkan kitalah yang semestinya memutar frekuensi untuk menyamakan frekuensi kita dengan frekuensi stasiun tersebut.
Demikian pula, mukjizat Tuhan pasti masih terjadi hari ini. Tugas kita sebagai umat Tuhan bukanlah menuntut Dia selalu mengikuti keinginan kita, melainkan menyesuaikan dan memposisikan diri kita agar berada serta senantiasa sefrekuensi dengan Tuhan.
Lukas 9:12-17
Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi." Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Kamu harus memberi mereka makan!" Mereka menjawab: "Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini." Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok." Murid-murid melakukannya dan menyuruh semua orang banyak itu duduk. Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak. 9:17 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul.
1. Our Lord Is The Lord of the Little (Tuhan yang Memakai Hal-hal Kecil Juga)
1 Korintus 1:26-28
Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti.
Tuhan sangat suka menggunakan hal-hal yang dianggap kecil, sederhana, serta orang-orang biasa untuk menyatakan kuasa-Nya. Dalam Alkitab, kita melihat pola konsisten bagaimana Tuhan bekerja:
• Musa: Tuhan hanya bertanya, "Apa yang ada di tanganmu?" Melalui sebatang tongkat kayu biasa, Laut Teberau terbelah.
• Simson: Memakai tulang rahang keledai yang masih baru—sesuatu yang mati dan diabaikan orang—untuk mengalahkan 1.000 orang musuh.
• Daud: Menggunakan ketapel dan batu kali sederhana yang ia ambil dari sungai untuk merobohkan raksasa Goliat.
• Elisa dan Seorang Janda Miskin: Memakai sedikit minyak dalam bejana untuk mengalirkan kelimpahan.
• Anak Kecil: Membawa lima roti dan dua ikan yang nama anak itu bahkan tidak dicatat di keempat Injil.
Ingat, Tuhan tidak sekadar mencari orang-orang hebat, kaya, atau terpandang menurut ukuran dunia. Sebaliknya, apa yang mungkin bodoh, lemah, tidak terpandang, serta hina bagi dunia justru sering kali dipilih oleh Allah untuk memalukan yang kuat.
"God counts people that other people discount." (Tuhan memperhitungkan orang-orang yang mungkin diremehkan oleh orang lain).
Jadi, jangan pernah meremehkan diri kita sendiri juga, selalu merasa minder, atau mengeliminasi diri sendiri (disqualify yourself). Kalau Allah yang memanggil serta memvalidasi hidup kita, maka gunakanlah apa yang ada di pada kita hari ini, baik itu talenta kecil, kendaraan, garasi, maupun terutama integritas kita.
2. Our Lord Is The Lord of Order (Tuhan yang Juga Bekerja Melalui Keteraturan)
Amsal 30:8–9
Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. 30:9 Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.
Keteraturan dan pengelolaan/penatalayanan (stewardship) adalah wadah bagi tercurahnya berkat serta mukjizat Tuhan.
Sebelum Tuhan Yesus melipatgandakan mukjizat lima roti dan dua ikan, Dia memerintahkan murid-murid-Nya untuk mengatur ribuan orang itu duduk berkelompok-kelompok, masing-masing sekitar 50 orang. Mengatur sekitar 10.000–12.000 orang (karena termasuk wanita dan anak-anak) yang sedang lelah, lapar, dan terpapar terik matahari memerlukan waktu serta usaha yang pasti tidak mudah. Namun, penderitaan atau rasa lapar orang banyak tersebut bukanlah pemicu mukjizat, melainkan ketaatan pada keteraturan.
Tuhan sering kali tidak memberkati kita sesuai dengan apa yang kita minta, tetapi Tuhan memberkati kita sesuai dengan apa yang bisa kita kelola.
Karena itu, jika kita belum mampu mengelola apa yang ada pada kita saat ini, berkat yang melimpah justru dapat menjadi kehancuran bagi hidup kita. Penelitian oleh ekonom J. Zakorski menunjukkan, bahwa memenangkan lotre atau undian tidak menyelesaikan masalah finansial. Banyak pemenang lotre justru bangkrut dalam kurun waktu beberapa tahun karena tidak memiliki kapasitas pengelolaan uang.
Aea hidup yang mestinya dikelola dengan teratur:
• Keuangan: Mengontrol pengeluaran, utang, kartu kredit, dan belanja online.
• Waktu: Tidak menghabiskan waktu hanya untuk hiburan atau hobi, melainkan untuk pengembangan potensi diri.
• Karakter dan Relasi: Membangun serta mengelola relasi yang berkualitas dengan orang lain.
• Kesehatan serta Pekerjaan: Bertanggung jawab atas tubuh dan profesi yang dipercayakan.
3. Our Lord Is The Lord of the Broken (Tuhan bagi Mereka yang Hancur Hati dan Diproses)
Kejadian 32:25
Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
Mukjizat terjadi ketika roti dipecahkan. Demikian pula, berkat serta urapan besar, biasanya baru terjadi setelah hidup maupun hati kita melewati proses pemecahan (brokenness) oleh Allah.
Mukjizat pelipatgandaan tidak terjadi saat roti masih utuh, melainkan saat Yesus menengadah, mengucap berkat, dan memecah-mecahkan roti tersebut. Setiap kali roti dipatahkan, roti itu menjadi utuh kembali, dan terus bertambah banyak hingga menyisakan 12 bakul!
Proses "dipecahkan" menggambarkan bagaimana keakuan, ego, kesombongan, dan kebiasaan buruk kita harus dibongkar oleh Tuhan. Tokoh-tokoh besar Alkitab seperti Musa, Yusuf, Yakub, Daud, Paulus, dan Petrus harus melewati proses pembentukan yang berat sebelum Tuhan mempercayakan urapan besar.
Izinkan saya sedikit bersaksi kesaksian pribadinya tentang ketiga prinsip ini bekerja dalam hidup saya. Setelah mengalami kebangkrutan dari bisnis pertambangan batu bara sekitar tahun 2018, saya sempat mengalami depresi. Namun, berkat dorongan istri dan modal sederhana untuk mengikuti sebuah seminar, saya merendahkan ego dari seorang pengusaha batu bara menjadi penjual online.
Tanpa modal besar, saya membantu teman membungkus barang elektronik dan mengantar ke kurir. Bisnis tersebut kemudian dimulai dari garasi rumah saya, bersama dengan istri. Di masa pandemi COVID-19, saat orang lain terpuruk, saya bekerja keras dari pagi hingga subuh berikutnya setiap hari, belajar mengelola waktu, tenaga, usaha, dan relasi. Kini, puji Tuhan, hanya berawal dari dua orang (saya dan istri), berkembang menjadi beberapa staf, hingga menyewa ruko, dan memiliki gudang besar. Pemulihan ini adalah karya mukjizat Tuhan bagi Saudara dan saya, yang mau diproses serta setia mengelola hal-hal kecil yang Tuhan percayakan.
Take Home Messages:
- The Lord of the Little: Gunakan apa yang ada pada kita, jangan menunggu kondisi sempurna.
- The Lord of Order: Kelola waktu, keuangan, dan karakter dengan bijak.
- The Lord of the Broken: Sambut proses Tuhan dengan setia, jika saat ini hidup kita terasa diproses atau berat, ketahuilah Tuhan sedang mempersiapkan wadah diri kita untuk menampung berkat-berkat yang jauh lebih besar.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



