Terkadang dalam hidup kita memerlukan tempat yang tenang untuk bisa melepaskan semua rasa yang sedang menimpa hidup ini. Seperti yang Yesus alami sebelum ditangkap, Ia berdoa di taman Getsemani, suatu tempat yang Yesus pilih untuk berdoa saat situasi hati-Nya sangat sedih seperti mau mati rasanya. (Matius 26 : 38)
Mengapa memilih Gat Samanim atau Gethsemane ?
· Tidak melebihi batas Sabat, 3 km dari Upper Room
· Area yang familiar, di kaki bukit Zaitun
· Untuk Yesus itu tempat yang tenang dan tentram, bukan musim panen zaitun dan tidak ada kesibukan
Apa yang membawa Yesus ke sana ?
· In-evitability : situasi yang tidak bisa dihindari, tidak bisa ditukar atau dibatalkan. Yesus harus meminum cawan murka Allah (mati di kayu salib).
· Isolation : situasi ketika tidak ada seorangpun mau berdiri bersama dengan Dia, walau di Getsemani itu murid-murid bersama dengan Dia.
· Betrayal : situasi ketika orang yang kita percaya berubah setia dan menipu; disangkal dan dikhianati (Petrus dan Yudas Iskariot)
Apa isi doanya ?
Matius 26 : 39, 42 dan 44
39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya : Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.
42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya : Ya Bapa Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilahkehendak-Mu !
44 Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.
Hal ini diucapkan sampai tiga kali.
Apa yang Dia dapatkan saat berdoa ? Malaikat Tuhan menjumpai dan memberikan kekuatan kepada-Nya.
Lukas 22 : 43
Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.
Apa yang Dia dapatkan melalui doa-Nya ?
1. Yesus mencari dan mendapatkan kekuatan untuk menghadapi situasi ke depan.
2. Yesus menguatkan komitmen untuk menyelesaikan kehendak Bapa-Nya.
Sama seperti yang Yesus lakukan, saat berhadapan dengan inevitability, isolation, betrayal (ditipu, disakiti, dikhianati, ditinggalkan orang terdekat, dll) Getsemani adalah tempat kita bergumul memeras emosi, pikiran dan perasaan untuk menyerah dalam "keegoan" kita atau bertahan dengan cara Allah, sampai kita mendapatkan kekuatan untuk bangkit menghadapinya hingga menang.
Mungkin saat ini ada yang sedang mengalami seperti ini, kehabisan tenaga dan remuk redam, merintih karena degap-degup jantung, seperti yang dialami pemazmur : Tuhan, Engkau mengetahui segala keinginanku, dan keluhkupun tidak tersembunyi bagi-Mu.(Mazmur 38 : 9), datanglah kepada Tuhan Yesus.
Mazmur 50 : 15
Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.
Ingat :
1 Korintus 10 : 13
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Yakobus 1 : 12
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
Biarlah kemenangan Kristus menjadi bagian dalam hidup kita.
Tuhan Yesus Memberkati