Tahun 2023 adalah tahun kebangkitan dan kemenangan. Artinya, tidak ada kebangkitan tanpa kemenangan dan tidak ada kemenangan tanpa peperangan. Contoh nyata dari pengalaman hidup 'bangkit' dan 'menang' adalah kisah hidup dari seorang perempuan yang bernama Hana.
1 Samuel 1 : 19 - 20
Keesokan harinya bangunlah mereka itu pagi-pagi, lalu sujud menyembah di hadapan Tuhan; kemudian pulanglah mereka ke rumahnya di Rama. Ketika Elkana bersetubuh dengan Hana, isterinya, Tuhan ingat kepadanya. Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya : Aku telah memintanya dari pada Tuhan.
1 Samuel 1 : 10 - 11
Dan dengan hati pedih ia berdoa kepada Tuhan sambil menangis tersedu-sedu. Kemudian bernazarlah ia, katanya : Tuhan semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada Tuhan untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya.
Pergumulan Hana :
1. Tuhan menutup kandungannya
1 Samuel 1 : 4-5
Pada hari Elkana mempersembahkan korban, diberikannyalah kepada Penina, isterinya, dan kepada semua anaknya yang laki-laki dan perempuan masing-masing sebagian. Meskipun ia mengasihi Hana, ia memberikan kepada Hana hanya satu bagian, sebab Tuhan telah menutup kandungannya.
Mengapa Tuhan menutup kandungan Hana ? Karena Tuhan punya rencana dalam kehidupan Hana. Tuhan merancangkan sesuatu yang indah bagi Hana melalui pergumulan hidup, aib dan cela yang dialaminya.
2. Keluarga menyakiti hatinya.
1 Samuel 1 : 6 - 7
Tetapi madunya selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar, karena Tuhan telah menutup kandungannya. Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana pergi ke rumah Tuhan, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia menangis dan tidak mau makan.
Penina, istri kedua Elkana menyakiti hati Hana dari tahun ke tahun. Kondisi menyakitkan yang dialami Hana bukan karena nasib buruk sebab kandungannya yang tertutup, tapi anggota keluarganya sendiri menambah penderitaannya. Bebannya semakin berat, tapi Hana tetap datang berdoa, menangis di hadapan Tuhan.
3. Hamba Tuhan menyakiti hatinya.
1 Samuel 1 : 12 - 14
Ketika perempuan itu terus-menerus berdoa di hadapan Tuhan, maka Eli mengamat-amati mulut perempuan itu; dan karena Hana berkata-kata dalam hatinya dan hanya bibirnya saja bergerak-gerak, tetapi suaranya tidak kedengaran, maka Eli menyangka perempuan itu mabuk. Lalu kata Eli kepadanya : Berapa lama lagi engkau berlaku sebagai orang mabuk ? Lepaskanlah dirimu dari pada mabukmu.
Hana tidak hanya menghadapi kenyataan bahwa Tuhan yang menutup kandungannya dan keluarga yang menyakitinya, tapi diperberat lagi dengan hamba Tuhan yang menyakiti hatinya, yang tidak peka terhadap situasi yang dialaminya, bahkan menuduhkan yang tidak-tidak kepadanya.
Dengan tiga kondisi buruk yang dihadapi Hana, ia tetap fokus mencari Tuhan, mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan dan tidak berpikiran negative kepada imam Eli, hamba Tuhan yang melayani rumah Tuhan di Silo.
Bagaimana agar diingat oleh Tuhan ?
1. Mencurahkan isi hati kepada Tuhan.
1 Samuel 1 : 15
Tetapi Hana menjawab : Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan Tuhan.
Ketika beban hidup makin menindih, Hana tidak putus asa dan meratapi nasibnya. Ia tidak menyalahkan Tuhan, keluarga dan hamba Tuhan, tapi mencurahkan isi hatinya di hadapan Tuhan yang menjadi tempat perteduhan baginya.
2. Menjaga hati benar di hadapan Tuhan.
1 Samuel 1 : 18
Sesudah itu berkatalah perempuan itu : Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu. Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi.
Hana tetap menghormati imam Eli, sekalipun imam Eli adalah seorang hamba Tuhan yang gagal mendidik anak-anaknya, punya sifat serakah dan tidak menghormati Tuhan. Hana bisa menjaga hatinya dengan cara berhasil menguasai dirinya sendiri, ia bangkit dan menang menghadapi peperangan dan pergumulan hidupnya.
Tuhan Yesus Memberkati