Kita tidak mengerti apa yang akan terjadi di depan kita. Namun, Tuhan menyediakan tuntunan-Nya kepada kita, anak-anak-Nya, supaya rencana Tuhan terjadi dalam hidup kita.
Amsal 3 : 5 - 6
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Agar mendapat tuntunan Tuhan :
1. Percaya kepada Tuhan dengan segenap hati. Percaya : "batah", artinya : percaya, mempercayai, merasa aman, dan yakin.
Seperti kisah seorang janda di kota Sarfat, ketika mengalami kelaparan, dan bertemu dengan nabi Elia.
1 Raja-raja 17 : 11 - 14
Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi : "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti." Perempuan itu menjawab : Demi Tuhan, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati. Tetapi Elia berkata kepadanya : Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman Tuhan, Allah Israel : Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu Tuhan memberi hujan ke atas muka bumi.
Ketaatan perempuan itu didasari atas kepercayaan dengan segenap hati kepada firman Tuhan melalui Elia. Hal ini mengakibatkan mujizat terjadi.
2. Jangan bersandar kepada pengertian sendiri. Pengertian : "bin", artinya : pandangan, pemahaman, pertimbangan, kebijaksanaan.
Kita memusatkan perhatian, iman dan perbuatan kepada Tuhan dengan sepenuh hati.
2 Raja-raja 5 : 11 - 12
Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata : Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama Tuhan, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku ! Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel ? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir ? Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.
Semula Naaman mengikuti pandangan dan kemauannya sendiri; namun atas bujukan pegawainya, Naaman bersedia juga mengikuti perintah Tuhan melalui Elisa untuk turun ke sungai Yordan. Dan Naaman mengalami kesembuhan dari penyakitnya.
3. Mengakui Tuhan dalam setiap jalan kita. Akui : "yadah", artinya tahu (kenal).
Pengenalan akan Tuhan membawa kita kepada kehendak-Nya. Bagaimana kita bisa mengenal Tuhan ? Memilikilah keintiman dengan-Nya dan mengakui segala keputusan-Nya, maka kita akan menerima tuntunan Tuhan bagi jalan-jalan hidup kita.
Tuhan Yesus Memberkati