Akhir-akhir ini banyak konten tentang topik psikologi, dan ada sesuatu yang baru dalam dunia konseling bagi para psikolog dan konselor :
• Pinjaman online atau Hutang kartu kredit
• Cyberbullying (Menjelekkan nama baik korban di sosial media)
• Kecemasan politik dan kerusakan lingkungan
• Perkembangan teknologi : Artificial Intelligence (AI), yaitu kecerdasan buatan
AI akan menjadi sesuatu yang penting di masa depan, dan seharusnya kita dapat menguasainya, tetapi ada dampak buruknya. Contoh : Banyak orang kehilangan pekerjaan.
Ada yang hal perlu kita ketahui tentang AI. Melalui perkembangan AI, manusia bisa mengembangkan keterampilan. AI akan membantu efektivitas kerja kita, bukan menggantikan seorang manusia sepenuhnya. Kita seharusnya memanfaatkan AI untuk membuka lapangan pekerjaan, atau mempercepat kerja kita.
Hal yang perlu kita waspadai dengan AI yaitu ketergantungan secara emosional :
• Menganggap AI sebagai tempat curhat. Dalam AI, tidak ada koneksi antar manusia. Kita sebagai manusia butuh koneksi dengan manusia lain.
• Meminta saran kepada AI. Kita dapat perspektif yang berbeda dengan orang yang kita ajak bicara, sedang AI tidak. AI tidak dapat menilai sesuatu yang benar berdasarkan Firman Tuhan.
• AI bergantung pada algoritma untuk menanggapi sesuai dengan keinginan pengguna, sehingga saran yang diberikan bias
2 Timotius 4 : 3
Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya
Semakin banyak orang yang hanya mendengarkan apa yang mereka sukai atau setujui. Banyak orang yang ingin melakukan nilai-nilai yang cocok dengan keinginan dagingnya. Seharusnya kita menjadi terang dan mengikuti apa kata Tuhan.
Salah satu contoh tokoh Alkitab yang hidupnya hanya bergantung kepada Tuhan adalah Daniel. Dia hidup takut akan Tuhan. Namun, pada waktu itu Daniel harus melewati sebuah proses yang menguji imannya terhadap apa yang diajarkan dan disajikan dihadapan matanya pada saat itu.
Daniel 1 : 4
yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.
Dalam masa pembuangan, pada saat itu raja Nebukadnezar mencari orang muda dari Israel untuk bekerja. Apa kriteria raja saat itu ? Menguasai banyak ilmu, berpenampilan elok, dan dapat beradaptasi dengan budaya Babel.
Perbedaan orang Israel dan orang Babel adalah dalam hal makan minum dan ajaran ilmu. Ajaran di Babel berbeda dengan peraturan Tuhan yang ada di Israel, sehingga ada sebuah dilema yang dialami oleh Daniel dan teman-temannya.
Daniel 1 : 5
Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja.
Apakah dia akan tetap setia dengan Allahnya, atau akankah dia mengikuti budaya dari tempat yang tidak dia kenal sebelumnya ? Daniel adalah seseorang yang takut akan Tuhan dan dia membatasi dirinya tetap sesuai dengan kehendak Allah.
Daniel 1 : 8
Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.
Daniel hidup takut akan Allah, mengetahui kebenaran, dan berani membatasi hal lain yang berusaha masuk dalam dirinya. Daniel mengandalkan hikmat dari Allah untuk mempertahankan kebenaran.
Daniel 1 : 12 - 13
Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu.
Allah memberikan hikmat pada Daniel untuk SURVIVE AND THRIVE, sehingga apapun yang diperbuatnya berhasil. Hikmat ini berasal dari Allah sendiri. Melalui cerita ini, ternyata ada cara untuk hidup di tempat yang baru tanpa mengorbankan diri kita.
Daniel 1 : 17
Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.
Bukankah doa yang biasa kita naikkan kepada Tuhan berbunyi, Tuhan, berikan kepada kami kecerdasan 10 kali lipat seperti Daniel ? Untuk mendapat hikmat dari Allah seperti Daniel, jangan berkopromi akan apapun yang melawan perintah Tuhan. Daniel selalu memilih kebenaran dibandingkan apa yang menguntungkan.
Amsal 9 : 10
Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.
Di dalam perkembangan zaman saat ini, AI atau nilai-nilai dunia tidak bisa menjadi pengganti kompas hidup kita, AI tidak bisa diandalkan untuk membentuk nilai hidup kita. Dengan hidup takut akan Tuhan, kita akan diberikan hikmat jauh melampui ilmu atau teknologi di kehidupan.
Tuhan Yesus Memberkati