Seperti halnya setiap negara punya musim-musim tertentu yang berbeda, demikian pula dalam kehidupan serta kerohanian kita. Setiap musim pun punya sisi plus (positif) maupun minus (negatif), namun kita tidak bisa memilih berada dalam musim yang seperti apa, dan musim akan silih berganti.
Demikian pula, dalam hidup kita, misalnya ada “musim gugur” di mana banyak hal yang telah kita kerjakan menjadi berguguran; “musim panas” yang membuat kita sangat ingin meluap-luapkan emosi; dan musim-musim yang lainnya.
Ada anugerah di setiap musim kehidupan kita, apa pun yang masih terjadi.
Daud hamba Tuhan, juga sering mengalami musim-musim yang bergantian dalam hidupnya. Daud pernah mengalami musim yang tersulit dan “pukulan telak”, di mana ia bukan sekadar kehilangan otoritasnya, takhtanya, melainkan juga yang terberat yaitu penghormatan yang seharusnya diterimanya dari anaknya namun yang memberontak terhadap dia, yakni Absalom.
2 Samuel 17:27-29
Ketika Daud tiba di Mahanaim, maka Sobi bin Nahas, dari Raba, kota bani Amon, dan Makhir bin Amiel, dari Lodebar, dan Barzilai, orang Gilead, dari Rogelim, membawa tempat tidur, pasu, periuk belanga, juga gandum, jelai, tepung, bertih gandum, kacang babi, kacang merah besar, kacang merah kecil, madu, dadih, kambing domba dan keju lembu bagi Daud dan bagi rakyat yang bersama-sama dengan dia, untuk dimakan, sebab kata mereka: "Rakyat ini tentu telah menjadi lapar, lelah dan haus di padang gurun."
Namun, ada anugerah Tuhan di setiap musim. Di kondisi Daud yang mengalami masa susah, Tuhan mengutus orang-orang (Sobi, Makhir, Barzilai) untuk menolongnya yang membawa segala sesuatunya yang diperlukan.
Anugerah tidak selalu terjadi seperti yang kita bayangkan maupun pikirkan.
Mungkin kita berpikir anugerah untuk Daud waktu itu seharusnya Absalom anaknya yang memberontak itu akan bertobat, berubah segera, atau menerima pertolongan dalam bentuk lain, namun Daud menerima anugerah yang tidak selalu datang seperti yang Daud—maupun kita semua—harapkan, minta ataupun kehendaki, terutama ketika ada persoalan demi persoalan.
Anugerah Tuhan sering kali akan datang persis serta dalam bentuk yang tepat seperti yang sungguh-sungguh kita perlukan.
Tuhan juga terkadang tidak akan mengeluarkan kita dari musim yang sulit, melainkan kita tidak akan melaluinya sendirian. Jadi, apa pun yang sedang kita alami, misalnya di “musim-musim kering”, masa-masa sukar dalam hidup kita, yakinlah pasti ada pertolongan dari Tuhan di dalamnya. Seperti halnya yang pernah dialami oleh nabi Elia (1 Raja-raja 17:1-16).
Mungkin bukan dalam bentuk yang enak menurut kita, tetapi di setiap masa serta musim yang sedang kita lewati, sesulit apa pun itu, pasti ada pertolongan dan penyertaan Tuhan. Entah bagaimana cara-Nya dan kapankah waktu-Nya, namun pasti ada pertolongan-Nya. Jadi, dalam setiap musim, masih ada anugerah.
Jadi, kalau hari-hari ini kita mengalami musim yang sulit, apa pun itu bentuknya, jangan takut, jangan menyerah. Sebab, pasti ada pertolongan. Pasti ada pertolongan. Walau bukan datang seperti yang kita inginkan, ada anugerah di setiap kesulitan. Ada kemurahan hati Tuhan.
Ibrani 13:5
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
Jika orangtua, ayah, ibu di dunia saja sangat-sangat peduli akan anak-anaknya dan untuk kebaikan mereka, dan tidak meninggalkan mereka, apalagi Allah Bapa kita yang di surga sangat-sangat mempedulikan anak-anak-Nya, serta tidak akan pernah membiarkan kita sendiri. Tuhan Allah ada beserta kita, di sisi kita, di setiap musim hidup kita.
Yesaya 49:15
Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
Apa pun masa-masa yang sukar yang sedang kita hadapi, pasti ada pertolongan-Nya, sebab Ia Allah Bapa kita, Dia tidak akan pernah meninggalkan kita.
Jadi, jangan pernah sekali-kali berjalan dalam kehidupan kita ini tanpa Tuhan.
Pengkhotbah 3:11
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Tuhan Yesus Memberkati