Pernikahan yang berkualitas tinggi adalah pernikahan yang sesuai dengan standar dan tujuan Allah dalam firman-Nya.
Efesus 5 : 32
Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.
Membangun pernikahan hendaknya bukan fokus kepada pemenuhan kebutuhan masing-masing, apakah itu kebutuhan fisik, materi, atau yang lain, melainkan membangun hubungan, sebab inilah yang menjadi dasar dan dapat menghindarkan dari segala macam konflik atau masalah dalam keluarga.
Dua kunci pernikahan berkualitas tinggi :
1. Keduanya harus mengasihi Tuhan
Matius 22 : 35 - 39
dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia : Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat ? Jawab Yesus kepadanya : Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah : Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Bagaimana cara kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan akal budi ? Kita harus mengenal Allah dengan benar. Bagaimana cara mengenal Allah dengan benar ? Kita harus belajar tentang Allah yang benar dari Alkitab atau firman Allah.
Kita tidak mungkin bisa membangun pernikahan yang berkualitas kalau dalam diri kita tidak ada kasih kepada Tuhan.
2. Memiliki pikiran dan perasaan Kristus
Filipi 2 : 5 - 8
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Ketika masing-masing memiliki pikiran dan perasaan Kristus, berarti :
- Tidak mempertahankan harga diri
- Miliki kerendahan hati
- Miliki ketaatan total (bagi kepala keluarga bahkan seperti Kristus, sampai mati atau rela menyerahkan nyawa)
Kesimpulan :
- Pernikahan yang berkualitas tinggi adalah pernikahan yang dibangun sesuai dengan standar dan tujuan Tuhan.
- Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan akal budi serta memiliki pikiran dan perasaan Kristus adalah dasar untuk membangun pernikahan yang berkualitas tinggi.
Tuhan Yesus Memberkati