Kisah tentang Daud adalah kisah tentang pahlawan iman. Hidup Daud dipenuhi dengan banyak komitmen di awal. Dia bertemu dengan sebuah kesempatan ketika bertemu dengan Goliat. Goliat menggambarkan suara tentang si jahat hari-hari ini.
Waktu Daud muncul di medan pertempuran, ada sebuah kebenaran yang dia ucapkan. Semua bangsa Yahudi harus disunat (1 Samuel 17:26), artinya bahwa mereka memiliki penyertaan Tuhan, tidak perlu takut terhadap Goliat. Daud beriman bahwa ketika dirinya bermitra bersama Tuhan, dia dapat mengalahkan Goliat. Apa pun yang kecil di tangan kita, asalkan bermitra bersama-Nya, pasti menjadi sesuatu yang sangat luar biasa.
Tidak lama setelah peristiwa Goliat, Saul dan Daud dielu-elukan bangsa Israel. Saul cemburu dan iri hati kepada Daud karena dia hanya beribu-ribu, sedangkan Daud mengalahkan berlaksa-laksa. Saul akhirnya mengejar dan ingin membunuh Daud.
1 Samuel 21:1-2
Sampailah Daud ke Nob kepada Ahimelekh, imam itu. Dengan gemetar Ahimelekh pergi menemui Daud dan berkata kepadanya: ”Mengapa engkau seorang diri dan tidak ada orang bersama-sama dengan engkau?” Jawab Daud kepada imam Ahimelekh: ”Raja menugaskan sesuatu kepadaku, katanya kepadaku: Siapa pun juga tidak boleh mengetahui sesuatu dari hal yang kusuruh kepadamu dan yang kutugaskan kepadamu ini. Sebab itu orang-orangku telah kusuruh pergi ke suatu tempat.”
1 Samuel 21:8-9
Berkatalah Daud kepada Ahimelekh: ”Tidak adakah padamu di sini tombak atau pedang? Sebab baik pedangku maupun senjataku, tidak dapat kubawa, karena perintah raja itu mendesak.” Kemudian berkatalah imam itu: ”Pedang Goliat, orang Filistin, yang kaupukul kalah di Lembah Tarbantin, itulah yang ada di sini, terbungkus dalam kain di belakang efod itu. Jika engkau hendak mengambilnya, ambillah; yang lain tidak ada, hanya ini.” Kata Daud: ”Tidak ada yang seperti itu; berikanlah itu kepadaku.”
Pedang Goliat yang merupakan lambang kemenangan pada suatu hari diambil Daud untuk memproteksi dirinya. Ini menggambarkan bawah iman manusia itu ada fluktuasi, terlebih ketika menghadapi masalah yang pelik. Bagaimana dengan iman kita kepada Tuhan, masihkah kita mengandalkan Dia, mampu mengucap syukur, menyadari hadirat-Nya, dan meminta hikmat-Nya?
Pengkhotbah 1:1-3, 18
Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem. Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? ... karena di dalam banyak hikmat ada banyak susah hati, dan siapa memperbanyak pengetahuan, memperbanyak kesedihan.
Anak Daud, Salomo menuliskan bahwa di bawah matahari, jangan pakai hikmat manusia, melainkan pastikan untuk pakai hikmat Tuhan. Semakin banyak kita tahu fakta yang ada, maka kita akan makin stres. Ini yang terjadi kepada pribadi Daud, ketika dirinya melihat masalah, dia mengambil pedang Goliat dan menjadikannya senjata. Jika kita hanya melihat masalah, memakai hikmat dunia, dan mengejar apa yang menurut dunia, semuanya akan membuat kita stres, sedih, dan sebenarnya hanya sia-sia saja. Semua itu berujung pada jalan yang buntu. Sayangnya, masih banyak orang yang melakukannya, dan menunda berkat Tuhan oleh sebab ulah kita sendiri.
1 Samuel 27:1-4
Tetapi Daud berpikir dalam hatinya: ”Bagaimanapun juga pada suatu hari aku akan binasa oleh tangan Saul. Jadi tidak ada yang lebih baik bagiku selain meluputkan diri dengan segera ke negeri orang Filistin; maka tidak ada harapan bagi Saul untuk mencari aku lagi di seluruh daerah Israel dan aku akan terluput dari tangannya.” Bersiaplah Daud, lalu berjalan ke sana, ia dan keenam ratus orang yang bersama-sama dengan dia itu, kepada Akhis bin Maokh, raja kota Gat. Daud dan semua orangnya menetap pada Akhis di Gat, masing-masing dengan rumah tangganya; Daud dengan kedua orang isterinya, yakni Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, perempuan Karmel. Setelah diberitahukan kepada Saul, bahwa Daud telah melarikan diri ke Gat, ia tidak lagi mencarinya.
Pada suatu hari, akhirnya Daud pergi ke kota Gat minta perlindungan, tempat asal Goliat yang dia bunuh. Ini menggambarkah kisah tentang iman seseorang yang tidak diisi dengan hikmat dari Tuhan. Kemenangan Daud di masa lalu tidak ada artinya; perlu strategi yang baru bersama Tuhan. Pada akhirnya, akan timbul hikmat-hikmat manusia, sesuatu yang dianggap baik itu benar, bahkan dilakukan secara masif. Contoh sederhana di jalan: Melawan arah, masuk bahu jalan tol. Langkah kita maupun orang banyak belum tentu benar, melainkan cara Tuhanlah yang benar.
1 Samuel 30:1, 4, 6-8
Ketika Daud serta orang-orangnya sampai ke Ziklag pada hari yang ketiga, orang Amalek telah menyerbu Tanah Negeb dan Ziklag; Ziklag telah dikalahkan oleh mereka dan dibakar habis ... Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis ... Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya. Lalu Daud memberi perintah kepada imam Abyatar bin Ahimelekh: ”Bawalah efod itu kepadaku.” Maka Abyatar membawa efod itu kepada Daud. Kemudian bertanyalah Daud kepada Tuhan, katanya: ”Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?” Dan Ia berfirman kepadanya: ”Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.”
Semua keputusan yang diambil dengan hikmat manusia berujung celaka. Yang diambil Daud kali ini pada saat dia sudah terjepit adalah hikmat Tuhan (Efod), bukan hikmat manusia (pedang Goliat) seperti pada waktu itu. Daud datang kepada Tuhan, dan meminta hikmat dari-Nya. Hati-hati, jangan ikut-ikutan hikmat manusia. Sebaliknya, di dalam hikmat Tuhan, selalu ada kairos Tuhan.
Ketika kita melakukan hikmat Tuhan, maka di ujung akan membawa kemerdekaan. Setiap kali ada sebuah pengetahuan di dalam dunia ini, pengetahuan bisa menjawab masalah, namun yang harus diingat, tidak ada satu pun kehebatan manusia yang akan memberikan solusi yang mutlak atau absolut. Jawaban mutlak yang penuh dengan kepastian hanya ada di dalam Yesus dan firman.
Amsal 3:5-6
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Libatkan Tuhan di setiap aspek kehidupan kita, dan Ia akan meluruskan jalan kita. Jangan menggunakan hikmat manusia. Setiap kali ada pergumulan hidup, pasti akan tampak berantakan, tetapi ketika Tuhan membalikkan segala sesuatu, terlihat sesuatu yang sangat-sangat indah. Ibarat sebuah karya rajutan yang tampak berantakan di bawah, namun indah di atasnya.
Matius 7:13-14
Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.
Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Amsal 13:12
Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.
Dalam kehidupan, kita pasti akan berhubungan dengan sebuah harapan. Pohon kehidupan adalah persekutuan kekal dengan Tuhan. Yang harus kita kejar adalah pengalaman dengan Tuhan selama menunggu jawaban doa. Kembali ke jalan yang benar, pakai hikmat Tuhan, jangan andalkan diri.
Yohanes 14:26
Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Roh Kudus adalah Penghibur, Pengingat, dan Pengajar. Roh Kudus yang tinggal di dalam kita adalah Mentor agung kita. Bahkan di dalam kelemahan kita, hikmat dari Tuhan akan mengingatkan bahwa Roh Kudus yang akan membantu kita. Mari kita kejar hikmat Tuhan, jangan ikut-ikutan sesuatu yang dianggap benar dan dilakukan secara masif. Sebab pikiran dan hikmat manusia itu terbatas, sedangkan kuasa firman Tuhan dan hikmat-Nya tidak pernah terbatas.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



