GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

I WON'T BE QUIET

Juni Prakoso · Senin, 11 Desember 2023

Doa Fajar
Senin, 11 Desember 2023
Pk. 04:40 WIB
PDF Rangkuman “I WON'T BE QUIET” Juni Prakoso · Senin, 11 Desember 2023 Unduh PDF

Bersyukur karena Natal datang lagi, dan kita masih bisa ikut merayakannya tahun ini. Meski mungkin kita berharap serta menginginkan Natal yang berbeda, tetapi biarlah kita semakin bersemangat mengabarkan berita kelahiran-Nya dan keselamatan dari-Nya. “I was hoping Christmas this year would be different. This time, I won’t be quiet.”

Beberapa waktu yang lalu, seorang sahabat saya mengatakan, “Saya tidak merayakan Natal, karena tidak diperintahkan dalam Alkitab.” Biasanya, saya akan diam saja dan tidak komentar karena itu adalah pemikiran dan kemauannya sendiri. Tetapi, kali ini berbeda, saya tergelitik mengapa ada orang Kristen yang memiliki pandangan seperti itu.

1. Apakah tabu memperingati Natal karena tidak tercatat langsung di Kitab Suci ?

2 Timotius 2 : 8
Ingatlah ini : Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.

Menurut ayat di atas, ada tiga hal penting yang diberitakan rasul Paulus, yaitu kebangkitan dari kematian, kelahiran Yesus Kristus, dan perintah Paulus kepada Timotius. Perhatikan kata ‘ingatlah’, yang dalam bahasa Yunani berarti meletakkan sesuatu di dalam pikiran. Nah, pertanyaannya :

- ⁠Apakah kita hanya mengingat kematian Kristus ?

- Apakah kita tidak mengingat kebangkitan-Nya ?

- Apakah kita tidak mengingat kelahiran-Nya ?

Justru, kebangkitan dan kelahiran Yesus Kristus itulah yang menjadi inti pemberitaan Paulus seperti tertulis dalam 2 Timotius 2 : 8 tersebut. Merayakan jelas berbeda dengan memperingati ataupun mengingat. Sebab, merayakan cenderung berhura-hura, berpesta, tetapi mengingat adalah lawan kata dari melupakan. Tentu kita tidak mau melakukannya. Karena itu, kita memperingati kelahiran Yesus Kristus.

2. Apakah benar Yesus lahir di bulan Desember ?

Lukas 2 : 8
Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.

Apakah benar ada gembala-gembala dan dombanya di bulan Desember di padang terbuka ? Ternyata ada, dan bahkan itu merupakan masa yang baik untuk mempersembahkan domba-domba sebagai korban di bait Allah.

• Migdal Eder

Migdal Eder merupakan sebuah tower atau Menara Kawanan Domba. Migdal Eder dalam Taurat dan kitab nabi-nabi (Kejadian 35 : 21; Mikha 4 : 8) juga dikaitkan dengan pengharapan akan datangnya Sang Raja, Mesias.

Mikha 4 : 8
Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba, hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem.

Pada peristiwa ketika Yohanes Pembabtis melihat Yesus Kristus datang, ia memberikan panggilan yang lurus, tanpa perlu tafsiran macam-macam, "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia" (Yohanes 1 : 29 & 36). 

Dari mana dasarnya gelar demikian terucap dari mulut Yohanes Pembaptis ? Sebab ia tahu, Yesus lahir di tempat bagi domba-domba yang sedianya dipersembahkan sebagai korban di Bait Allah. Dan tempat kelahiran-Nya yang "tidak biasa" itu sebagai penggenapan dari seluruh korban-korban yang dipersembahkan sejak "kematian binatang berdarah yang pertama di Taman Eden" dan berlanjut di sepanjang Perjanjian Lama. Digenapi dengan lahirnya "Anak Domba Allah" ini yang kelak akan mati sebagai penggenapan segala korban-korban penghapusan dosa yang pernah diberikan.

3. Apa penggenapan janji Allah ?

Kejadian 3 : 15
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.

Kitab Kejadian 3 menyingkap tentang cara Allah dalam menanggulangi kejatuhan manusia. Allah tidak langsung menghakimi manusia ketika mereka melakukan kesalahan, tetapi justru menolong melalui jalan keselamatan.

Yesaya 7 : 14
Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Jika, kita sudah melihat pentingnya mengingat agar tidak melupakan kebangkitan, kematian, dan kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Mari, kita mengumandangkan dan memberitakannya. Kita juga akan mengenang dan merenungkan perjalanan iman kita masing-masing, serta terus berjalan di jalan kebenaran untuk memberitakan kabar keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus.

Kiranya, kita senantiasa menyambut Natal dengan semangat yang baru, serta sikap hati benar untuk bersukacita, bersyukur, dan bersaksi demi Tuhan Yesus. 

“Have a wonderful Christmas ! And this time, say that, ‘I won't be quiet !’” Selamat merayakan Natal, dan jangan hanya berdiam diri, melainkan mulailah bersaksi, serta membagikan berita sukacita dan kabar keselamatan Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL