Kita semua sesungguhnya memiliki kuasa, sebab Kerajaan Allah terdiri dari orang-orang yang diberi otoritas, serta kuasa ilahi dari surga. Itulah identitas sejati kita, karena itu sangat penting bagi kita untuk mengetahuinya.
Efesus 5 : 8
Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.
Kegelapan adalah identitas kita yang dahulu, bukan sekadar ada di dalamnya, melainkan kita yang dulu adalah kegelapan itu sendiri. Namun puji Tuhan, Ia telah mengambil kita keluar dari kerajaan kegelapan dan membuat kita sebagai terang.
Saat kita menyadari siapa kita di dalam Kristus, itu adalah kuasa yang sangat luar biasa. Saat kita mengetahui identitas kita yang sebenarnya, sesungguhnya kita akan memanifestasikannya ke dunia. Dan kita dapat makin bertumbuh di dalam identitas kita yang sejati.
Kita adalah anak-anak ilahi, bukan atas dasar apa yang kita lakukan, melainkan karena identitas kita di dalam Tuhan. Allah yang menciptakan langit dan bumi, Ia hidup di dalam kita. Di manapun kita pergi dan berada, Roh Kudus dapat memakai setiap kita.
Karena itu, renungkan : apakah kita mencari-cari identitas kita di dalam Kristus, dan kita sungguh-sungguh menyadari bahwa identitas kita ada di dalam Dia. Sebab, pergi ke gereja tidak menjamin kita benar-benar menyadari akan hal itu. Hanya Yesus yang dapat mengubahkan kita. Namun, sering kali Iblis mencoba menghalanginya dengan cara menciptakan krisis identitas.
Seperti halnya ketika Iblis mencoba membuat krisis identitas terhadap Hawa dan Adam, padahal Tuhan telah menciptakan mereka seturut gambar dan rupa Allah. Begitu juga ketika Iblis si jahat mencoba membuat krisis identitas terhadap Yesus di padang gurun. Demikian pula, Iblis mencoba membuat krisis identitas terhadap kita sampai saat ini. Ikuti teladan Yesus yang tidak ingin show off atau membuktikan diri-Nya.
Dan ikutilah firman Tuhan yang merupakan pedoman dan panduan hidup kita. Firman-Nya menyatakan : kita diberkati, diurapi, berkenan, dikasihi-Nya, dan banyak sekali kebenaran di dalamnya mengenai kita. Jadi, jangan percaya lagi pada kebohongan-kebohongan si Iblis. Iblis tidak bisa mengubah apa yang Tuhan lihat mengenai diri kita, namun Iblis akan selalu mencoba mengubah apa yang kita lihat mengenai diri sendiri, sebab Iblis adalah bapa segala dusta. Karena itu, apa yang Iblis katakan tentang kita, ubahlah dan balikkan perkataannya itu dengan perkataan kebenaran firman Tuhan.
Jika kita tidak tahu identitas kita, maka dunia akan membentuk dan menentukan identitas kita. Sebab, dunia sering kali melihat kita hanya dari penampilan luar, bahkan sangat berdampak buruk bagi kita, tetapi Tuhan lebih melihat apa yang dari dalam diri kita. Orang kerap kali menanyakan apa yang kita kerjakan, namun bertujuan untuk menilai diri kita berdasarkan hal itu menurut pemikiran mereka sendiri. Padahal, semua pemikiran atau penilaian mereka itu belum tentu benar, dan mereka sendiri masih bergumul dalam identitas mereka.
Sebagai orang Kristen, kita dapat menjadi kreatif untuk menyampaikan dan mengabarkan Injil, serta memenangkan jiwa bagi Tuhan Yesus.
Sebagai anak-anak Tuhan, kita memiliki tanggung jawab untuk menjalin komunikasi, relasi ataupun hubungan yang sehat dan benar. Mengapa ? Karena kita memiliki kuasa-Nya dengan pikiran yang sehat dan benar (powerful people in God). Selain itu, kita juga tidak akan melepas, menggeser atau melempar tanggung jawab kepada orang lain (shift responsibilities), menyalah-nyalahkan keadaan, orang lain, bahkan Tuhan. Milikilah mental seorang pemenang, bukan mentalitas korban atau pecundang (powerless and victim mentality).
Sebagai orang yang menerima dan memiliki kuasa Tuhan, kita memakai perkataan yang membangun, mengambil pilihan yang tepat, dan memiliki hati yang rela. Sering kali, apa yang kita perkataan dapat menggambarkan bagaimana keadaan pikiran dan isi hati kita.
Kiranya, setiap kita menjadi seperti Kristus. Jangan biarkan alasan apa pun membuat kita menolak berubah menjadi orang-orang yang lebih baik, berkenan, dan seturut kehendak-Nya.
Tuhan Yesus Memberkati