Biji sesawi sangat kecil; biji ini dipakai untuk menyatakan bahwa iman sebesar biji sesawi sanggup memindahkan gunung sekalipun.
Dalam pelayanan misinya, Rasul Paulus menyebrang ke Makedonia (Yunani) untuk melayani orang percaya di sana. Kisah perjalanan ini melahirkan gereja di Filipi, bermula dari suatu tempat yang kecil, rumah seorang wanita bernama Lidia.
Kisah Para Rasul 16 : 8 - 15
Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas. Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan : ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya : Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami !Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana. Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis; dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari. Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ. Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya : Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku. Ia mendesak sampai kami menerimanya.
Peristiwa di Filipi :
• Filipi, kota di Makedoina tempat orang-orang Romawi merantau (ay. 12).
• Pada hari Sabat Paulus dan rombongan menemukan "tempat sembahyang" (tidak lebih dari 10 orang); Tempat berkumpul perempuan, termasuk Lidia, seorang wanita penjual kain (ay. 13).
• Lidia mendengarkan, memperhatikan, dan menjadi percaya, lalu dibaptis (ay. 14-15).
• Persekutuan di rumah Lidia menjadi cikal bakal gereja di Filipi (ay. 40).
Kisah Para Rasul 16 : 40
Lalu mereka meninggalkan penjara itu dan pergi ke rumah Lidia; dan setelah bertemu dengan saudara-saudara di situ dan menghiburkan mereka, berangkatlah kedua rasul itu.
Messages :
1. Rencana Tuhan tidak sama dengan rencana manusia. Diperlukan ketaatan dan iman untuk merealisasikan rencana Tuhan.
2. Tuhan akan memakai semua orang dengan syarat : mendengar, memperhatikan dan menjadi percaya - memiliki iman sebiji sesawi (Roma 10 : 17, "Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus).
3. Jadilan "Lidia-Lidia" zaman ini. Pergunakan komunitas-komunitas (COOL) yang ada di gereja untuk melaksanakan Amanat Agung, yaitu memenangkan jiwa.
Tuhan Yesus Memberkati