Bersyukurlah jika sampai hari ini kita masih terus percaya dan berharap bahwa kasih karunia serta pertolongan Tuhan masih ada. Di masa sulit ini kita harus tetap memegang teguh iman kita bahwa pertolongan Tuhan datang tepat pada waktu-Nya.
Matius 9 : 20 - 22
Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya : Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh. Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata : Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.
Ada seorang perempuan yang mengalami pendarahan selama 12 tahun lamanya. Perempuan ini sangat menderita, tetapi ia terus mencoba untuk berjumpa dengan Yesus. Tuhan memang menyembuhkan perempuan ini, tetapi imannya yang menyelamatkan kita. Tuhan ingin mengingatkan setiap kita agar tidak berhenti beriman dan menantikan pertolongan kita.
Kita harus terus hidup melekat kepada Tuhan. Karena masalah dan kesulitan yang kita alami bisa saja menggoyahkan iman kita. Milikilah iman yang mampu membuat Yesus berpaling dan memandang kita. Tuhan sudah lebih dahulu menderita sebelum kita mengalaminya. Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh dengan belas kasihan kepada anak-anakNya.
Iman berbicara tentang dasar dan bukti. Jika kita menjadikan Kristus sebagai dasar iman kita, maka kita harus sertakan bukti, yaitu hidup kita. Seperti apakah iman perempuan yang mampu membuat Yesus berpaling dan memandangnya :
1. Iman yang penuh dengan tantangan
Semakin kita beriman, semakin besar tantangannya. Tetapi harus diingat bahwa pertolongan Tuhan juga lebih besar dari tantangan itu.
2. Tindakan Iman
Ketika kita memiliki iman harus disertai dengan perbuatan. Saat kita datang ke gereja pagi-pagi, mempersiapkan dengan baik untuk beribadah, percayalah bahwa Tuhan ada dan sedang memandang setiap hati kita.
3. Tumpuan Iman
Yang menentukan lompatan kita adalah pijakan kita. Mungkin banyak orang yang ahli dan pintar dalam bidang pekerjaannya, tapi jika kita mencari dahulu Tuhan dan bertumpu kepada-Nya, maka kita akan kuat untuk melompat. Tumpuan iman kita harus kepada Yesus, karena Ia tidak pernah mengecewakan.
Tuhan Yesus Memberkati