Kata integritas berasal dari kata sifat Latin "integer," yang berarti utuh atau lengkap. Integritas didefinisikan sebagai 'keseluruhan yang tidak terbagi atau tidak terpecah', atau 'keadaan yang utuh atau lengkap’. Integritas merujuk pada konsep hidup sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang diyakini. Bertindak sesuai dengan apa yang dikatakan atau diucapkan.
Integritas, mengapa penting ?
- Merefleksikan karakter Kristus dalam kehidupan kita sehari-hari.
Yohanes 14 : 6
Kata Yesus kepadanya : Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
- Membangun kepercayaan dan menghadirkan kepastian.
Amsal 10 : 9
Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui.
Mari belajar dari Daniel. Daniel menjadi teladan dalam menghidupi integritas. Siapakah Daniel ? Dia adalah seorang pejabat tinggi yang sangat kapabel dan dipercayakan tanggung jawab yang sangat besar.
Daniel 6 : 3 - 4
Membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan. Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.
Dia juga seorang anak Tuhan yang mencintai Tuhan.
Daniel 6 : 11
Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
Seperti yang kita ketahui bahwa Daniel mendapatkan hukuman, dimasukkan dalam goa singa, karena tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh raja. Daniel tetap berdiri di pihak Tuhan, menyatakan integritasnya, dengan segala resiko apapun yang harus dia tanggung, dan pada akhirnya nama Tuhan dipermuliakan.
Integritas Daniel di tengah ancaman goa singa :
1. Menghidupi nilai-nilai dan prinsip Kristus dalam bersikap dan mengambil keputusan.
Hukum dan aturan main yang Tuhan tetapkan dijadikan prioritas utama oleh Daniel dalam bertindak dan berperilaku.
Roma 12 : 2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
2. Berani menghadapi konsekuensi atas setiap keputusan yang diambil.
Bukan berarti, ketika kita mengambil sikap ataupun keputusan yang sesuai dengan Firman Tuhan, kita dibebaskan dari segala masalah ataupun tantangan.
Matius 16 : 24
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya : Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
3. Menguatkan orang beriman dan menjadi kesaksian bagi seluruh dunia.
Setiap mengetahui, bahwa Allah yang Daniel sembah adalah Allah yang hidup, dan banyak orang beriman dikuatkan untuk tetap menyembah Tuhan dalam kondisi mencekam sekalipun.
Daniel 6 : 27
Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.
Jadi, kita harus apa dan bagaimana ?
1. Kejujuran dalam perkataan dan tindakan (Efesus 4 : 25)
2. Kesetiaan dalam tugas dan tanggung jawab (Kolose 3 : 23)
3. Berani mengambil sikap yang benar.
Biarlah kiranya Tuhan memberikan kekuatan dan kemampuan kepada kita, seperti Daniel, untuk terus hidup dalam integritas, sesuai kebenaran firman Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati