Efesus 5 : 22 - 25 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.
Kristus telah memberikan teladan sebagai berikut :
Suami sebagai gambaran dari Kristus, dan isteri sebagai gambaran dari jemaat. Seorang suami hendaknya memposisikan dirinya seperti Kristus kepada jemaat atau dombanya dalam hal kasih dan pengorbanan.
Suami :
- Kristus mengasihi jemaat ➡️ Suami mengasihi isteri. Untuk bisa mengasihi ada proses.
- Kristus berkorban bagi jemaat ➡️ Suami berkorban bagi isteri. Seperti Kristus telah berkorban dan tanpa syarat.
Isteri :
Jemaat tunduk kepada Kristus ➡️ Isteri tunduk kepada suami.
Arti Integritas bagi suami :
Suami mampu mengasihi istrinya sama/selaras dengan cara/pola Kristus mengasihi jemaat-NYA.Proses : Suami mengasihi istri sebagai akibat sudah mengalami dan merasakan kasih Allah yang sempurna dalam hidupnya.
Arti Integritas bagi isteri :
Istri mampu untuk tunduk kepada suami sama/selaras dengan cara/pola jemaat tunduk kepada Kristus.
Proses : Istri tunduk sebagai akibat merasakan kasih Allah yang sempurna melalui suaminya.
Note : Pentingnya seorang suami yang sudah bertobat dan sudah dipulihkan dan memiliki Kasih Allah yang sempurna.
Efesus 5 : 33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.
Tunduk terdiri dari 2 komponen, yaitu :
1. Hormat
2. Taat
Kunci buat suami supaya istri hormat dan taat adalah kasihi isterimu seperti dirimu sendiri.
1 Korintus 11 : 7 Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.
Indikator Integritas pernikahan :
1. Laki-laki menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Laki-laki sebagai media untuk memancarkan kasih Allah yang sempurna.
2. Isteri menyinarkan kemuliaan laki-laki. Isteri seperti cermin yang memantulkan pancaran sinar dari suami.
Indikator Integritas pernikahan yang baik ketika hasil pancaran dari suami dan isteri menyinarkan sinar yang sama yaitu gambaran dan kemuliaan Allah.
Kolose 3 : 19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.
Penyebab disintegritas dalam pernikahan adalah pasangan menikah ketika salah satu atau kedua pasangan belum bertobat dan mengenal Tuhan.
Bertobat bukan hanya bicara rajin ibadah dan semua aktifitas rohani tetapi bertobat berbicara perubahan hidup yang terjadi ketika berjumpa, kenal dan cinta Yesus. Tandanya adalah kita taat firman Tuhan tanpa disuruh atau dipaksa (1 Yohanes 2 : 3 - 5)
1 Yohanes 2 : 3 - 5 Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.
Indikator Pertobatan adalah ketika kita lebih cinta Tuhan dari pada cinta dosa.
- Cinta Tuhan
Semakin cinta Tuhan maka semakin benci dosa dan akan taat kepada firman Tuhan.
Mazmur 119 : 47 Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.
- Cinta dosa
Semakin cinta dosa maka akan semakin benci Tuhan dan tidak mau taat firman Tuhan.
Akibat disintegritas dalam pernikahan adalah terjadi pelanggaran/dosa dalam pernikahan :
- Dusta : mulai tidak jujur kepada pasangan kita (drama)
- TTM (Teman Tapi Mesra)
- Selingkuh
- Perzinahan
Akhir dari drama yang terjadi adalah terjadinya perceraian.
Matius 5 : 27 - 28 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
Kesimpulan :
- Disintegritas dalam pernikahan menciptakan neraka dalam keluarga kita tetapi Integritas dalam pernikahan menciptakan surga dalam keluarga kita.
- Integritas dalam pernikahan akan membuat dunia bisa melihat kasih Allah yang sempurna dan membuat dunia percaya kepada Kristus dan memuliakan Allah.
Rangkuman Pdt. Robertus Purwadi, SE :
Hari ini kita belajar mengenai Integritas Pernikahan.
Efesus 5 : 22 - 25 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.
1 Korintus 11 : 7 Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.
Jadikan Kristus sebagai pihak ketiga dalam pernikahan kita. Tuhan yang merancang, mempertemukan dan memberkati setiap pernikahan sehingga integritas pernikahan akan menjadi nyata.
Bagi yang belum menikah dan yang sudah tidak menikah lagi (janda atau duda) dapat memegang kebenaran firman Tuhan berikut agar integritas juga nyata dalam kehidupan mereka :
1 Korintus 7 : 7 - 8 Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu. Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku.
Milikilah Integritas dalam pernikahan, dan juga integritas bagi yang belum menikah atau sudah tidak menikah lagi (janda atau duda) sehingga kita dapat memancarkan kemuliaan Tuhan.