Tidak ada yang pasti dalam dunia ini, kita perlu Yesus, kita perlu iman yang baru, mari kita buka hati dan perlebar iman kita. Bagaimana kita menjalani 2025 ? Apa yang kita kejar ? Apa yang kita mau ?
Saat ini kita tahu bahwa tahun 2025 kita masuk ke tahun penuaian, maka perlu bagi kita untuk pikirkan perkara yang di atas, sekalipun semua kabar yang kita dengar dan lihat berupa hal-hal yang tidak baik, keadaan-keadaan yang menekan dan menyudutkan memaksa kita untuk bekerja lebih.
Yesus memanggil murid-murid-Nya untuk mengusir setan dan menyembuhkan penyakit dan harus ikut berperang bersama Yesus, menjalani iman yang sesungguhnya masuk ke level iman yang baru.
Matius 14 : 13 - 16
Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa." Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."
Saat kita mengalami tekanan, Yesus membawa kita naik ke level iman yang baru, dan mungkin akan berhadapan dengan mamon (kekuatiran terbesar kita), tetapi Yesus mau menarik iman kita.
Tidak semua hal bisa dilakukan atau didapatkan meskipun kita punya semua harta di bumi.
Yesus memberikan pengertian uang memang bisa memenuhi kebutuhan, tetapi tidak bisa membeli kebahagiaan, uang tidak bisa membeli iman dan cinta Tuhan bagi kita, apalagi hikmat yang datang dari rasa takut akan Tuhan.
Saat kita mencari perkara-perkara yang di dunia, keadaan kita semakin menyedihkan, tetapi saat kita mencari perkara yang di atas, kita mendapatkan ketenangan, mengerti tentang iman dan pengharapan. Jadi, jangan kejar yang salah.
Yesus tidak bisa melakukan apa-apa jika tidak ada yang diserahkan atau percayakan kepada Tuhan.
Jangan remehkan apa yang kecil yang ada di tangan kita. Rencana Tuhan tidak pernah tergantung dari siapa koneksi yang kita kenal dan berapa yang kita miliki, rencana Tuhan tidak perlu modal yang besar, network yang besar, dan Tuhan memberi berkat-Nya bukan dengan cara atau usaha kita sendiri, tetapi Yesus memberikan satu langkah, yaitu kita perlu menarik iman kita. Rencana Tuhan pasti terjadi tanpa perlu sesuatu yang hebat dari kita.
Lukas 9 : 16
Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak.
Mujizat terjadi di tangan murid-murid Yesus karena murid-murid percaya kepada Tuhan. Ketika tangan murid-murid mulai bekerja mengambil roti, di situ pelipatgandaan terjadi.
Percaya seratus persen kepada Tuhan sebab hanya Dia batu karang kita. Saat ini kita harus beriman kepada Tuhan bukan dengan kekuatan sendiri, tetapi dengan kekuatan Tuhan, kita harus percaya Dia dengan sepenuh hati, Ia sanggup memenuhi kebutuhan kita, dan sekalipun Tuhan tidak menolong, kita harus tetap percaya, itulah yang menyenangkan hati Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati