Dalam cerita seputar peristiwa Natal di dalam Alkitab, ada tiga orang yang melewatkan berkat Natal:
1. Pemilik tempat penginapan.
Lukas 2 : 7
Dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
2. Herodes.
Matius 2 : 2 - 3
Dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
3. Ahli Taurat dan imam-imam.
Matius 2 : 4 - 6
Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."
Herodes tidak mau ada raja yang lain. Herodes kehilangan kesempatan bertemu dengan Kristus karena Herodes tidak mau ada raja lain. Itu menyebabkan Herodes mengambil keputusan untuk membunuh anak-anak.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kehilangan kesempatan untuk menerima mujizat Tuhan karena kita tidak mau membiarkan Kristus untuk memerintah di dalam hidup dan hati kita.
Tuhan dapat berbicara melalui berbagai macam hal untuk kita. Tuhan selalu memiliki kerinduan untuk berbicara kepada anak-anak-Nya, oleh karena itu Tuhan akan mencari cara dan jalan untuk berbicara kepada kita. Sebagai manusia, kita harus membuka hati dan peka untuk suara Tuhan.
Pimpinan Tuhan tidak selalu dalam bentuk eksplisit, sekalipun kita memiliki karunia dalam bidang profetik. Seperti Yusuf yang mendapat mimpi, tetapi tidak diketahui olehnya sebelumnya bahwa mimpi tersebut dari Tuhan atau bukan. Yusuf juga sebelumnya tidak pernah mendengar suara Tuhan. Rut juga tidak pernah mendengar suara Tuhan. Banyak contoh tokoh di Alkitab tidak pernah mendengar suara Tuhan. Jadi, bagaimana kita belajar mengerti suara Tuhan adalah dengan memulai untuk mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati. Rut tidak pernah mendengar suara Tuhan untuk ke Bethlehem, tetapi Rut mengasihi Tuhan. Sewaktu di Bethlehem, Rut pergi bekerja untuk memungut jelai sampai akhirnya menjadi istri Boas.
Jadi, cara supaya bagaimana kita ikut pimpinan Tuhan adalah dengan menjalani kehidupan kita ini sebaik-baiknya, dan dengan penuh ucapan syukur.
Jalani dan respons dengan benar apa pun yang terjadi, supaya kita bisa mengalami mujizat yang dari Tuhan di dalam kehidupan kita.
Tuhan Yesus Memberkati