Amsal 10 : 7
Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk.
Hizkia, Raja Yehuda
2 Tawarikh 32 : 32 - 33
Selebihnya dari riwayat Hizkia dan perbuatan-perbuatannya yang setia, sesungguhnya semuanya itu tertulis dalam penglihatan nabi Yesaya bin Amos, dalam kitab raja-raja Yehuda dan Israel. Kemudian Hizkia mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan dikuburkan di pendakian ke pekuburan anak-anak Daud. Pada waktu kematiannya seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem memberi penghormatan kepadanya. Maka Manasye, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
Kondisi dan latar belakang keluarga
Hizkia mempunyai ayah, yaitu raja Ahas yang tidak takut akan Tuhan, dengan menikuti allah bangsa lain, yang mempersembahkan anaknya sebagai korban bakaran (2 Raja-raja 16, 2 Tawarikh 28).
Meskipun Hizkia tidak mendapatkan figur keteladanan yang baik dari ayahnya, namun ia memilih dan meneguhkan hatinya untuk melakukan apa yang benar di mata Tuhan, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya (2 Tawarikh 29 : 1 - 2).
Teladan hidup yang dilakukan Hizkia (2 Tawarikh 29 - 31) :
• Beribadah kepada Tuhan dengan cara yang benar
• Menguduskan Rumah Tuhan
• Memberi persembahan yang benar
• Menghancurkan Baal (berhala)
• Merayakan (kembali) Paskah
Hidup orang benar menginspirasi pertobatan dan pembaruan iman.
Tantangan yang dihadapi :
Hizkia dan bangsanya dikepung oleh raja Azur. Mereka mengalami ketakutan, kesesakan, dan terancam bayang-bayang maut (2 Raja-raja 18 : 13 - 37).
Tindakan yang dilakukan Hizkia :
Berdoa dan merendahkan diri di hadapan Tuhan, berharap hanya kepada Tuhan, dan taat mendengar dan melakukan firman Tuhan melalui perantaraan nabi Yesaya (2 Tawarikh 32 : 20 - 23; 2 Raja-raja 19 : 1 - 37; Yesaya 37).
Hidup orang benar mendatangkan keselamatan.
Take Home Message :
1. Baik hidup ataupun mati, kita tidak bisa mengendalikan opini (pandangan) orang lain terhadap diri kita. Yang bisa kita lakukan adalah konsisten melakukan apa yang benar di mata Tuhan tiap-tiap hari.
2. Tidak ada alasan kita untuk menyerah dengan keadaan, lihat bagaimana Hizkia memilih jalan hidupnya. Tentukan mulai hari ini, mungkin inilah saatnya kita memutuskan untuk hidup sebagai orang benar.
3. Pilihan ada di tangan kita, karena suatu saat kelak, apa yang kita tabur akan kita tuai. Kita mau dikenang sebagai siapa ? Sungguh berbahagia bila meninggalkan warisan dan kenangan sebagai orang benar. Sebab kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat.
Tuhan Yesus Memberkati