Lukas 16 : 10 - 11
Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya ?
Kesetiaan berarti kita percaya sepenuhnya dan hidup penuh integritas. Kesetiaan mulai dibentuk dari hal-hal kecil dan rutinitas sehari-hari, dalam segala aspek kehidupan.
Bagaimana kesetiaan dapat membawa kita kepada promosi ?
Kita akan belajar dari satu tokoh Alkitab yaitu Daud, seorang yang setia sejak dari masa mudanya bahkan sampai menjadi seorang raja.
1. Kesetiaan akan membentuk karakter.
Daud dipilih dan diurapi menjadi seorang raja dari antara kakak-kakaknya yang lain. Namun, walaupun sudah diurapi menjadi raja, dia tetap menjadi seorang yang rendah hati, mengerjakan pekerjaannya sehari-hari, juga melakukan perintah ayahnya dengan setia.
1 Samuel 17 : 20
Lalu Daud bangun pagi-pagi, ditinggalkannyalah kambing dombanya pada seorang penjaga, lalu mengangkat muatan dan pergi, seperti yang diperintahkan Isai kepadanya. Sampailah ia ke perkemahan, ketika tentara keluar untuk mengatur barisannya dan mengangkat sorak perang.
- Daud masih taat kepada orang tuanya meski sudah diurapi menjadi raja
- Daud masih melayani keluarganya dan menggembalakan kambing domba
2. Kesetiaan akan membentuk kepercayaan diri.
1 Samuel 17 : 36
Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.
Daud mengerti bahwa dia mempunyai Allah yang besar yang ada bersama-sama dengannya. Daud dalam melakukan pekerjaannya sehari-hari pasti mengalami rintangan berupa hewan-hewan buas yang akan mengganggu bahkan membunuh kambing domba yang dia gembalakan, dia menjaga hewan peliharaannya dari musuh berupa hewan buas dengan baik, sehingga ketika diperhadapkan dengan musuh yang lebih besar seperti Goliat, dia tetap percaya diri bahwa dia akan menang melawannya.
Saat kita setia melakukan pekerjaan-pekerjaan kita sehari-hari maka kita akan menjadi terampil, setiap masalah mulai dari yang kecil bisa saja muncul, ketika kita berhasil mengatasinya satu per satu dan menang maka ketika masalah besar datang kita menjadi percaya diri akan dapat mengatasinya juga.
3. Karakter dan mentalitas akan mempersiapkan kita untuk promosi.
1 Samuel 17: 22 - 23
... Berlari-larilah Daud ke tempat barisan; sesampai di sana, bertanyalah ia kepada kakak-kakaknya apakah mereka selamat. Sedang ia berbicara dengan mereka, tampillah maju pendekar itu. Namanya Goliat, orang Filistin dari Gat, dari barisan orang Filistin. Ia mengucapkan kata-kata yang tadi juga, dan Daud mendengarnya.
Daud datang tepat ketika Goliat tampil untuk melawan bangsa Israel, waktunya tepat untuk Daud muncul dan menunjukkan kemampuannya. Daud mendapatkan kesempatan dari Tuhan berupa promosi untuk menampilkan dirinya.
Kita tidak tahu kapan Tuhan memberikan promosi ? Namun, kita bisa mempersiapkan diri sampai ketika promosi itu datang kita siap mengambilnya.
Siapkah kita untuk mendapatkan promosi dari Tuhan ?
Galatia 6 : 9
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
Segala sesuatu ada musimnya. Pada saatnya nanti kita akan mendapatkan promosi dari Tuhan. Oleh karena itu, tetaplah setia untuk berbuat baik, membangun iman dalam keseharian yang dikerjakan, senantiasa menjaga integritas kita sebagai anak Tuhan, selalu melakukan pekerjaan kita dengan setia, sebab saatnya akan tiba Tuhan memberikan promosi atas kita.
Tuhan Yesus Memberkati