1 Petrus 4 : 7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
Ayat tersebut memiliki pengertian yang dalam dan sangat penting untuk kita pegang di masa-masa pandemi Covid-19 ini, yaitu menguasai diri dan menjadi tenang supaya dapat berdoa.
Kesudahan segala sesuatu sudah dekat mengacu kepada kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kalinya, oleh karena itu kita perlu untuk menguasai diri dan menjadi tenang agar dapat berdoa.
Rasul Petrus di masa itu pernah berada dalam kondisi seharusnya mampu menguasai diri di mana saat itu dia melihat Yesus diperhadapkan kepada mahkamah agama, namun akhirnya yang terjadi adalah dia menyangkal Yesus tiga kali sama seperti yang Yesus nubuatkan bahwa dia akan menyangkal Yesus tiga kali sebelum ayam berkokok (Matius 26 : 69 - 75), rasul Petrus pernah gagal untuk menguasai diri di tengah-tengah situasi ketakutan, kebingungan yang dihadapi sama seperti situasi yang kita hadapi saat-saat ini.
Penguasaan diri perlu agar kita tidak berkompromi terhadap banyak hal dalam menghadapi masa-masa sukar saat ini. Penguasaan diri termasuk dalam salah satu yang menjadi bagian dari buah roh (Galatia 5 : 22 - 23), yang berarti ini merupakan bagian yang sangat penting untuk kita perhatikan. Ada upaya yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk menguasai diri menjelang kedatangan Yesus Kristus kedua kalinya.
Alasan harus memiliki penguasaan diri :
1. Manusia cenderung bereaksi spontan, bersikap reaktif, bertindak dahulu sebelum memikirkan terlebih dahulu.
2. Kita sering bersikap semaunya yang dapat menimbulkan kerugian.
3. Sebagai latihan iman dan dasar dalam pengembangan karakter kita.
Amsal 25 : 28 Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.
Beberapa contoh dalam Alkitab orang yang tidak mampu menguasai diri :
1. Abraham
Mengambil Hagar yang melahirkan Ismael yang memberi dampak bagi keturunan manusia di dunia (Kejadian 16 : 4).
2. Musa
Memukul batu dengan tongkat 2 kali sehingga dia dihukum Tuhan untuk tidak masuk tanah perjanjian (Bilangan 20 : 11, 12).
3. Esau
Menjual hak kesulungannya karena makanan kepada Yakub (Kejadian 25 : 29 - 34).
4. Daud
Membunuh Uria agar mendapatkan Batsyeba (2 Samuel 11 : 15).
5. Kain
Tega membunuh adiknya sendiri, Habel (Kejadian 4 : 1 - 12).
6. Saul
Melakukan apa yang seharusnya tidak dia lakukan. Dia mempersembahkan korban bakaran yang bukan tugasnya (1 Samuel 13 : 9).
Ketidakmampuan menguasai diri di dalam kehidupan sehari-hari :
1. Keluarga
Bisa menyebabkan pertengkaran, perceraian, dan kehancuran.
2. Usaha atau Pekerjaan
Bisa menyebabkan orang itu kehilangan berkat yang sudah Tuhan sediakan bagi mereka.
3. Anak-anak Muda
Bisa terjerumus dalam pergaulan bebas dan narkoba.
4. Pelayanan
Bisa menyebabkan orang itu kehilangan keluarga rohani bahkan kehilangan jemaat atau bahkan meninggalkan pelayanan.
Tanda seseorang memiliki penguasaan diri yang baik :
1. Masih bisa bersikap baik pada seseorang yang membencinya, mampu memaafkan dan mengampuni kesalahan orang lain.
2. Tidak bereaksi berlebihan atas segala kemenangan dan kegagalan yang dialami, menyadari bahwa Tuhan pasti memiliki tujuan dari segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya.
3. Menerima segala hal baik dan buruk yang terjadi pada dirinya. Mampu bersikap positif bahkan dalam keadaan buruk sekalipun.
4. Bisa tetap tenang meski di bawah tekanan sekalipun.
5. Tidak ragu untuk meminta maaf duluan.
Pesan Penting :
- Tuhan bisa memakai kita dengan luar biasa. Namun, apabila tidak ada penguasaan diri maka pada akhirnya akan menjadi olok-olokan, cemoohan dan menjadi sandungan bagi orang lain.
- Tuhan mau kita belajar dan bertumbuh dalam penguasaan diri, sebab ketidakmampuan menguasai diri dapat merusak diri sendiri.
Amsal 16 : 32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.
Mari kita belajar dan terus bertumbuh dalam penguasaan diri, di bagian mana saja kita belum bisa menguasai diri dan biarlah kiranya Roh Kudus yang terus menolong dan memampukan.
Rangkuman Pdt. Robertus Purwadi, SE SPd :
Hari ini kita mendapatkan pesan firman Tuhan yang penting untuk diperhatikan, direnungkan dan dilakukan yaitu kuasai dirimu.
1 Petrus 4 : 7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
Amsal 25 : 28 Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.
Selain 6 contoh dalam Alkitab orang yang tidak mampu menguasai diri yang dijelaskan sebelumnya, ternyata ada 1 contoh pribadi yang berhasil menguasai diri yaitu Yesus Kristus. Bukan karena Dia adalah Tuhan, namun ketika Yesus lahir ke dunia sebagai manusia 100% dia juga sama seperti kita bisa dicobai tetapi Dia menang, difitnah tetapi Dia tenang, bahkan dijatuhi hukuman mati walaupun tidak bersalah tetapi Dia terima dan mampu menghadapinya karena sanggup menguasai diri, sehingga karya penebusan-Nya nyata terjadi bagi kita semua.
Jika kita sedang berada dalam kondisi tidak mampu menguasai diri maka datanglah kepada Tuhan Yesus Kristus.
Mazmur 90 : 12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.