Apakah rencana yang kita buat sesuai dengan perkenanan Tuhan atau hanya untuk kepentingan pribadi ? Bakat yang kita miliki terkadang membuat kita semakin merasa tinggi hati, dimana hal itu akan membuat keinginan daging diutamakan yang berujung kepada dosa.
Bagaimana sikap iman yang berkenan kepada Tuhan ?
1. Don’t boast in tomorrow (Jangan menyombongkan diri di hari esok)
Yakobus 4 : 14a
sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok.
Orang yang melupakan Tuhan dalam setiap rencana hidupnya sama artinya meremehkan Tuhan, mengabaikan kehadiran-Nya, sehingga menganggap seolah-olah Tuhan tidak ada dan tidak punya kuasa. Yang menjadi akar persoalan adalah kesombongan.
Amsal 16 : 2
Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.
2. Trust in The Lord (Percaya kepada Tuhan)
Yakobus 4 : 15
Sebenarnya kamu harus berkata : ”Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”
Mempercayai Tuhan tidak berarti berpikir bahwa Dia pada akhirnya akan memberikan apa yang kita inginkan. Mempercayai Tuhan berarti berdamai dengan apa pun yang Dia inginkan dan mengetahui bahwa Dia menginginkannya yang terbaik bagi kita.
Amsal 19 : 21
Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.
3. Live Humbly In Obedience (Hidup dengan rendah hati dalam ketaatan)
Yakobus 4 : 16
Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.
Humble (Rendah hati) = Humilis/ Humus (Debu/tanah). Asal usulnya dalam Kejadian, di mana Tuhan menciptakan manusia dari tanah. Menjadi rendah hati berarti mengakui bahwa kita semua adalah debu atau tanah.
Filipi 2 : 8
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Matius 26 : 39
Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya : "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
Dari dua ayat di atas mengajarkan kita untuk mengikuti teladan Yesus, sehingga rencana kita sesuai dengan kehendak Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati