Mungkin kita pernah kehilangan sebuah barang tertentu—misalnya dompet, kartu ATM, KTP, atau SIM, dan lainnya. Selain itu, mungkin kita kehilangan hak waris, otoritas, apalagi jangan sampai hilang hak kita sebagai ahli waris kerajaan surgawi maupun otoritas ilahi. Nah, bagaimana bila berada dalam suatu situasi terpuruk, lalu kita merasa hilang harapan, serta terlupakan begitu saja?
Kita bisa belajar dari pengalaman hidup Nuh yang mungkin pernah mengalami keadaan terapung-apung di atas air bah, terhilang, dan terlupakan dalam waktu begitu lama (Kejadian 6 – 8). Namun, bersyukurlah sebab Allah mengingat Nuh. Artinya, ada kegerakan yang baru dan seperti angin segar yang datang padanya. Bagaimana cara-Nya mengingat dia:
• Angin mulai berembus (Kejadian 8:1).
• Bumi mulai bertunas (Kejadian 8:11).
• Allah mulai berbicara (Kejadian 8:15).
"Those that remember God shall certainly be remembered by Him, no matter how desolate their condition," atau orang-orang yang mau mengingat kepada Tuhan akan diingat juga oleh-Nya, sebagaimana pun terpuruk, terhilang, maupun terlupakan keadaan kita (Matthew Henry).
Kemudian, bagaimana cara Nuh mengingat kepada Tuhan:
• Saat keluar dari bahtera (Kejadian 8:18).
• Saat mendirikan mezbah (Kejadian 8:20).
Terkadang kita pun diizinkan oleh-Nya mengalami beberapa hal ataupun situasi supaya kita hanya mengingat Dia, perbuatan dan kebaikan-Nya, serta memohon kepada-Nya.
Saat mengalami area-area yang lost (kehilangan) dalam hidup kita, biasanya akan ada rasa:
1. Telantar, seperti terapung-apung dalam rasa ketidakberdayaan (Kejadian 7:18).
2. Terhilang, ibarat tertutupnya segala akses bagi kita di kehidupan (Kejadian 7:19-20).
3. Terlupakan, seolah terhapus dari setiap kesempatan untuk bisa hidup (Kejadian 7:23).
Namun, ketika mengalami area-area found (ditemukan) dalam hidup kita, biasanya akan ada rasa:
1. Punya harapan, meskipun terkesan kecil, tetapi mampu memberi kepastian yang menjanjikan (Kejadian 8:11).
2. Punya kebebasan, menerima akses yang seluas-luasnya (Kejadian 8:17).
3. Punya jaminan, mendapat berkat serta mulai berbuah (Kejadian 8:21).
Ulangan 31:6
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.
Ulangan 31:8
Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.
Sering kali hanya Tuhanlah yang mampu menemukan kita kembali, serta memberikan sesuatu yang baru, dan memulihkan kehidupan setiap kita. Dia mengingat kita, mendengar serta menjawab seruan doa. Karena itu, andalkanlah Dia dan berharap sungguh-sungguh hanya pada-Nya. Sebab Dialah Tuhan, Allah kita. Sesungguhnya, kita dapat hidup sampai detik ini pun hanyalah karena Ia masih mengingat kita.
Tuhan Yesus Memberkati