"Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." (Yoh. 13:33-35)
Pada ayat di atas, Yesus menyiapkan tentang orang-orang Kristen dan gereja itu seharusnya seperti apa di zaman sekarang ini. Yesus ingin kita dikenal di seluruh dunia sebagai orang-orang yang mengasihi sesama.
Apakah saat ini orang-orang di luar sana mengenal kita lewat kasih? Hari-hari ini mungkin dunia tidak mengenal tentang kasih dari orang-orang Kristen. Namun kita dapat mulai mengubah paradigma ini. Hari ini kita bisa tunjukkan, kalau orang Kristen / Gereja itu tidak eksklusif, namun inklusif.
"Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku." (1 Kor. 13:1-3)
Apapun yang kita lakukan tanpa kasih adalah sia-sia. Mulailah belajar untuk berbagi kasih dengan sesama. Kita tidak mungkin dapat mengubah seluruh dunia, namun kita bisa mengubah dunia seseorang yaitu dengan kasih.
Ada 3 poin tentang apa itu kasih :
1. Love is defined
Cinta itu harus didefinisikan, namun jangan mendefinisikan kasih menurut pengertian kita. Kasih kita harus mengikuti standar Tuhan Yesus, seperti Dia mengasihi kita. Kita tidak akan tahu apa itu kasih kalau belum pernah merasakan kasih-Nya. Selalu ingat kembali kepada kasih mula-mula saat pertama kali mengenal Yesus. Mulailah introspeksi diri apakah perbuatan kita mencerminkan kasih (1 Kor. 13:4-7)
2. Love is developed
Kasih itu perlu waktu dan membutuhkan proses. Kasih kita akan bertumbuh kalau kita hidup di dalam Dia. Cara terbaik untuk bertumbuh dalam kasih adalah dengan membaca Alkitab, berdoa, memuji, dan menyembah.
Banyak sekali orang yang meluangkan waktu dengan Tuhan namun perilakunya berbeda. Alkitab mengatakan kalau kita mengasihi Tuhan, pasti kita juga akan mengasihi sesama. (1 Yoh 4:20)
Ketika kita memilih untuk mengasihi sesama, akan timbul berbagai ujian
• Untuk mengasihi artinya akan ada perlawanan
• Untuk mengasihi itu adalah sebuah keputusan
• Untuk mengasihi adalah untuk lebih peka akan sekitar
3. Love is expressed
"Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih." (Gal. 5:13). "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." (Gal. 6:2)
Kasih itu perlu ditunjukkan. Orang perlu bukti dan tindakan nyata sebelum mereka mendapatkan wahyu. Hidup kita ini untuk melayani orang lain dengan kasih. Saling menanggung beban itu tidak gampang dan ada harga yang harus dibayar.
Mulailah membagikan kasih Kristus kepada sesama. Kasih Kristus harus didemonstrasikan dan dibagi.