Hari ini adalah usia ke 24 untuk perayaan ulang tahun GBI PRJ, sungguh sebuah perjalanan panjang yang tidak mudah. Cara Tuhan dalam menuntun, menolong, dan menyertai sangat-sangat menakjubkan dan ajaib. Akal kita mungkin tak sanggup menyelaminya. Betapa luas, panjang, dalam, dan lebar kasih-Nya.
Jika kita masih ada sampai sekarang, semua oleh karena penyertaan Tuhan. Kasih-Nya tak terbatas dan tidak bisa dikalahkan oleh apa pun. Ia pun sanggup memakai siapa pun kita. Namun ingat, peraturan-peraturan dari luar akan percuma apabila tidak menyadarinya dari dalam serta sekadar karena terpaksa dan tanpa jamahan Tuhan. Kita mesti menaruh hukum-hukum-Nya di dalam hati kita, supaya walau tiada ada orang lain yang mengamati, kita tetap takut akan Tuhan, di manapun kita berada.
Karena itu, jangan melayani Tuhan dengan sekadar hal-hal lahiriah, agar kita bukannya hidup dengan kemunafikan atau sekadar menunjukkan dan membuktikan sesuatu. Sebab identitas sejati kita ada dalam Yesus Kristus, dan itu cukup bagi kita. Bahkan, lebih baik kehilangan banyak hal lainnya daripada kehilangan hubungan, hadirat, maupun keintiman dengan Tuhan.
Kembalilah pada apa yang ada dalam kita, yaitu kasih-Nya. Sebab Allah hendak memperbarui perjanjian-Nya dengan kita.
Yeremia 31 : 3 - 5
Dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya : Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel ! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria. Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula.
Tuhan memiliki inisiatif untuk mengasihi dan mencintai kita. Saat itu, bangsa Israel pun sedang dalam tekanan hidup, seperti halnya sekarang ini kita yang berada di masa sukar, yakni pandemi. Namun, apakah kita tetap memiliki daya juang yang kuat di masa ini ? Masa-masa yang sukar pun dapat membentuk karakter kita. Kasih Tuhan yang tidak terbatas itu akan bekerja melampaui semua kekurangan, keterbatasan, maupun kesederhanaan dalam hidup kita.
1 Korintus 15 : 10
Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
Janganlah menjadi orang yang mengada-ngada, baik dalam pelayanan, pekerjaan, studi maupun keluarga, melainkan jadilah orang yang jujur seperti halnya Paulus pada ayat firman Tuhan di atas. Hanya kasih Tuhan yang dapat memberikan kepastian di tengah segala keadaan yang tidak pasti ataupun menentu.
Orang yang hidup dalam dan mengalami jamahan kasih Tuhan pun tidak akan malas-malasan, melainkan rajin, bersemangat dan hidupnya mau berubah. Kebenaran tanpa kasih pun akan sekadar menjadi teori, melainkan kebenaran yang disertai kasih akan selalu mengubahkan seseorang menjadi lebih baik. Allah sanggup melakukan perkara-perkara yang luar biasa di dalam serta melalui hidup kita.
Janganlah pernah menyerah dalam hidup ini, kasih-Nya melampaui apa pun dan semua hal. Kasih-Nya yang kekal adalah kasih yang tiada batasnya.
Jika kita hidup dalam kasih-Nya, Allah akan mencurahkan impartasi serta lawatan ilahi di hidup kita. Ia mengubahkan kita supaya dapat menjadi berkat bagi orang-orang sekitar kita. Jadi, janganlah sombong ataupun memegahkan diri, sebab semua hanya oleh kasih karunia dan kemurahan hati-Nya. Ia tidak pernah terlambat untuk menolong kita. Tetapi, jangan hanya berhenti pada hidup dan diri kita sendiri, melainkan teruslah menjangkau orang-orang bagi Dia dan mengasihi jiwa-jiwa. Allah memang tidak terlihat, tetapi Ia dapat mengalirkan kasih-Nya melalui diri serta kehidupan kita bagi banyak orang. Kasih-Nya nyata, menguatkan, memampukan dan menopang kita. Kasih-Nya tiada berkesudahan.
Efesus 3 : 18 - 19
Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
Tuhan Yesus Memberkati