“Setelah mereka berangkat dari Elim, tibalah segenap jemaah Israel di padang gurun Sin, yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai, pada hari yang kelima belas bulan yang kedua, sejak mereka keluar dari tanah Mesir.”(Kel. 16:1)
Manna adalah embun pagi yang menjadi roti. Tuhan memberikan manna bagi bangsa Irael pada waktu subuh, pada saat mereka doa atau saat teduh pagi hari mencari Tuhan. Blessing dari Tuhan nukan ditaruhkan ditempat kerja, melainkan pada lutut kita bukan tangan kita, artinya berkat ada ketika ada saat teduh kepada Tuhan. Your blessing kehidupan kita diletakan pada kehidupan doa bukan pada pekerjaan kita, dan blessing itu bisa turun temurun. Manna itu berbicara tentang hubungan doa kita dengan Tuhan. Apa yang akan kita wariskan pada generasi berikutnya?Yaitu hubungan doa dengan Tuhan.
“Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun; dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan.” (Kel. 16:2-3)
Padang gurun Sin adalah tempat yang penuh pasir, padang gurun, tempat itu tidak ada apa apa yang dibituhkan manusia. Manusia jika ditekan masuk dalam krisis memiliki kecenderungan menyalahkan Tuhan. Tuhan tahu apa yang menjadi kebutuhan kita, Kehendak Tuhan adalah supaya kita mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan melalui kehidupan doa kita. Jauhkan dari dosa “bersunggut-sunggut” atau menggerutu di hadapan Tuhan. Berkat Tuhan akan bisa dihilang ketika bersunggut-sunggut dan mengerutu. Kenapa kita tidak boleh bersunggut-sunggut kepada Tuhan? Karena Tuhan adalah Tuhan, hati-hati dengan kata “"Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Dosa pertama kali dalam kehidupan manusia adalah curiga. Jangan bersunggut-sunggut dengan manusia? Karena manusia itu dari debu/tanah, banyak kelemahan, jangan kepahitan, kecewa, tertolak. Jika kita kecewa maka yang mengalami kerugian adalah diri kita sendiri. Jadi orang Kristen yang bersyukur kepada Tuhan.
“Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.(Kel. 16:4)
Setiap kesulitan, masalah yang kita hadapi jangan kecewa dengan Tuhan, tetapi hadapi masalah itu Dengan Tuhan. Tuhan tahu bahwa kita akan lulus dalam menghadapi masalah dan persoalan, karena kita lewati dan jalani bersama Dengan Tuhan. “Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu..” Berkat dalam kehidupan kita adalah bagian Tuhan yang memberikan. Tuhan membutuhkan orang-orang yang peka, rajin, kreatifitas, memiliki inovasi untuk melakukannya setiap hari, seperti manna bagi bangsa Israel dimana setiap pagi harus mengambilnya keluar dari kemah mereka. Kekuatan orang percaya adalah doa, miliki hubungan doa yang baik dengan Tuhan, jangan gantikan hubunganmu bersama Tuhan dengan aktifitas lainnya.
Panggilan kita saat ini adalah industri kita. Apa yang Tuhan sediakan dengan cuma-cuma, harus kita usahakan dengan cara yang kreatif dan inovatif. Tuhan rindu berpartners dengan setiap orang percaya, hal yang harus kita lakukan adalah melalui saat teduh dan doa kepada Tuhan.
Kembangkan industri hidup Saudara!
1. Industri pertama kita adalah HATI - Miliki hati yang mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh
2. Industri kedua adalah HUBUNGAN – Kelola setiap hubunga kita dengan siapapun, ada berkat Tuhan disitu.
3. Industri ketiga adalah APA YANG KITA TEKUNI – Kelola bidang yang kita tekuni dengan sungguh-sungguh.
Kelola Industri yang Saudara miliki, kembangkan itu semua, maka Tuhan akan menyertai dan memberkati dalam setiap langkah hidup kita. Amin.!