GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

MATI BAGI DOSA

Pdp. Charlie Jeremiah · Senin, 21 Maret 2022

Doa Fajar
Senin, 21 Maret 2022
Pk. 04:40 WIB
PDF Rangkuman “MATI BAGI DOSA” Pdp. Charlie Jeremiah · Senin, 21 Maret 2022 Unduh PDF

Memang mati bagi dosa bukan berarti kita sudah tidak tergoda untuk berbuat dosa lagi. Rasul Paulus pernah menjelaskan, bahwa ia masih bergumul melawan godaan dan dosa.

Roma 7 : 19 - 20
Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.

Mengeraskan Hati
Sering kali jika kita masih hidup bagi dosa, meragukan Dia, maka kita akan terus mengeraskan hati.

Markus 8 : 17 - 18 (versi IMB)  
Mengetahui hal itu, Yesus berkata, "Mengapa kamu memperbincangkan tentang tidak ada roti ? Apakah kamu belum mengerti dan memahami ? Mengapa hatimu begitu keras ? Kamu memiliki mata, tidakkah kamu melihat ? Dan kamu bertelinga, tidakkah kamu mendengar ? Dan apakah kamu tidak ingat.

Tuhan Yesus memberikan tanda-tanda hati yang keras, yaitu tidak dapat melihat, tidak dapat memahami, tidak dapat mendengar, dan tidak dapat ingat, terutama terhadap hal-hal yang berarti dari-Nya. Jadi, hati yang keras ditandai dengan ketidakmampuan memahami hal-hal rohani. Ketika sesungguhnya hal-hal rohani sedang mengalir dan dirasakan, hati yang keras akan menghalangi orang-orang untuk memahami hal-hal yang mereka rasakan tersebut.

Mereka mungkin melihat apa yang Tuhan coba tunjukkan, tetapi tidak dapat memahaminya dengan cara yang benar atau terapkan dalam hidup mereka. Ketika orang-orang berhati keras terhadap Tuhan, itu akan membuat mereka "buta, tuli, dan bisu" secara rohani. Mereka tidak dapat melihat kebenaran rohani atau mendengar suara Tuhan yang berbicara kepada mereka maupun dalam hatinya, dan tidak bisa mengingat serta merenungkannya.

Salah satu manfaat memahami apa yang menyebabkan kekerasan hati ialah membalikkan prosesnya (paradoxical intention) dan menggunakannya dalam menghadapi godaan Iblis. Kita memiliki kekuatan untuk menentukan apa yang mau diterima atau ditolak oleh hati kita. Caranya, fokuskan perhatian pada firman-Nya dengan mempelajari, merenungkan, memikirkannya, dan menaati Roh Kudus. Dengan memusatkan perhatian atau fokus akan membantu kita lebih peka. Sebab, apa yang ada dalam pikiran itu mempengaruhi tindakan. 

Jadi, waspadai serta perhatikanlah baik-baik :
• Apa yang kita lihat ?
• Apa yang kita dengar ?
• Apa yang kita pahami ?
• Apa yang kita ingat-inget ?

1 Yohanes 2 : 16 (versi TSI)
Karena semua yang berasal dari dunia ini menjauhkan kita dari Allah. Sifat-sifat duniawi adalah hawa nafsu badani, keinginan untuk memiliki apa yang kita lihat, dan kesombongan atas apa yang kita miliki. Ketiga sifat itu bukan berasal dari Allah, melainkan dari dunia ini.

Roma 6 : 11
Demikianlah hendaknya kamu memandangnya : bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Jadi, pilihannya hari ini ada dua: Mengeraskan hati terhadap Allah dan kebenaran firman yang berarti mati bagi Allah dan hidup bagi dosa, ataukah mengeraskan hati terhadap dosa dan kenikmatan dunia yang berarti mati bagi dosa dan hidup bagi Allah. Mau pilih yang mana ? Kita tidak bisa berjalan atau memilih di tengah-tengah. Pilihlah dengan baik. Sebab, hasilnya akan menentukan akhir kehidupan kita.

Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL