Sebagai orang Kristen, kita adalah kaum minoritas di tengah bangsa Indonesia. Tetapi perlu diingat, bahwa Tuhan Yesus tetaplah yang utama dalam kehidupan kita. Tidak apa-apa jika kita tidak menjadi bintang utama, atau tidak menduduki jabatan tertentu di bangsa ini, asalkan Tuhan Yesus tetap menjadi pusat perhatian.
Kita akan menjadi saksi-saksi Tuhan, menjadi seseorang yang diperhitungkan karena ada Roh Kudus yang menaungi kita. Setiap keputusan yang kita ambil, haruslah melibatkan Tuhan. Tuhan memberikan kita kuasa saat kita mengambil sikap. Sikap yang benar membuat oang-orang terpesona kepada kita karena mereka melihat ada Yesus yang dalam diri kita.
Yesus sudah lebih dahulu menunjukkan bagaimana cara untuk bersikap benar. Yesus tidak memandang secara fisik, Yesus membiarkan semua orang untuk datang dan mendengar Ia mengajar tanpa memilih-milih. Yesus tidak marah ketika Ia dihina, difitnah.
Kejadian 41 : 41 - 44
Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf : Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir. Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya. Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf : Hormat ! Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir. Berkatalah Firaun kepada Yusuf : Akulah Firaun, tetapi dengan tidak setahumu, seorangpun tidak boleh bergerak di seluruh tanah Mesir.
Manakah yang lebih penting ? Paras yang cakap atau sikap yang benar ? Apapun keadaan kita, sikap kita harus menunjukan sikap yang benar. Jiwa terdapat di dalam, tetapi diri terlihat di luar. Kita belajar dari seorang Yusuf. Yusuf memiliki jati diri sebagai pelayan Tuhan. Yusuf memperlihatkan bagaimana ia membawa dirinya sebagai orang yang takut akan Tuhan.
Kejadian 39 : 1 - 6
Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ. Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai Tuhan dan bahwa Tuhan membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, Tuhan memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat Tuhan ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.
Sebagai orang Kristen yang percaya kepada Tuhan, kita harus menunjukkan sikap yang benar. Kita harus membawa diri kita di manapun kita berada dengan baik. Sikap yang benar juga mempengaruhi pandangan orang lain tentang harga diri kita. Harga diri kita berbicara tentang nilai kehidupan yang kita miliki. Sebagai anak Tuhan, kita bukanlah orang yang hidup sembrono, bukan orang murahan. Kita adalah bangsa terpilih yang Tuhan persiapkan untuk menjadi saksi-saksi-Nya.
Kejadian 39 : 7 - 8
Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya : Marilah tidur dengan aku. Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu : Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku.
Tuhan Yesus Memberkati