Rasul Paulus pernah menulis surat kepada jemaat di Tesalonika untuk meneguhkan mereka bahwa mereka menjadi jemaat yang disyukuri, bukan disesali, dan dibanggakan karena memiliki iman yang teguh.
Mengapa ? Sebab paradigma mereka yang lama telah berubah dari sekadar dipengaruhi oleh pengajaran-pengajaran duniawi menjadi dipenuhi pengajaran yang biblikal ataupun alkitabiah dari Allah.
1 Tesalonika 2 : 13 - 16
Sukacita atas jemaat Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi--dan memang sungguh-sungguh demikian sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya. Sebab kamu, saudara-saudara, telah menjadi penurut jemaat-jemaat Allah di Yudea, jemaat-jemaat di dalam Kristus Yesus, karena kamu juga telah menderita dari teman-teman sebangsamu segala sesuatu yang mereka derita dari orang-orang Yahudi. Bahkan orang-orang Yahudi itu telah membunuh Tuhan Yesus dan para nabi dan telah menganiaya kami. Apa yang berkenan kepada Allah tidak mereka pedulikan dan semua manusia mereka musuhi, karena mereka mau menghalang-halangi kami memberitakan firman kepada bangsa-bangsa lain untuk keselamatan mereka. Demikianlah mereka terus-menerus menambah dosa mereka sampai genap jumlahnya dan sekarang murka telah menimpa mereka sepenuh-penuhnya.
Kita tahu bahwa paradigma akan membentuk sikap, dan sikap akan menentukan respons serta tindakan seseorang. Karena itu, jika pikiran dan hati kita diterangi terang firman Tuhan, maka bersyukurlah, sebab sikap kita pun akan diubahkan-Nya sehingga mempengaruhi respons dan tindakan kita secara lebih baik, berkenan, dan sempurna.
Proses pembentukan paradigma yang baru dan Alkitabiah:
1. Diberitakannya Firman Tuhan
• Mendengar secara audible ('dechomai') atau langsung.
• Menerima firman sebagai perkataan Allah, dan bukannya manusia.
• Menyelidiki dan mempelajarinya (Kisah Para Rasul 17 : 10 - 13). Ineransi ketepatan, kebenaran, ketidakbercacatan) Alkitab : Ketika Kitab Suci berbicara, Allah berbicara
2. Didengar dan Diterima dengan Iman (ay. 13)
• Firman yang bekerja juga di dalam kita yang percaya.
• dKuncinya : bila engkau sungguh-sungguh percaya kepada pemberitaan firman itu.
3. Meniru Iman Orang Kudus (ay. 14)
• Kuncinya: telah menjadi penurut jemaat-jemaat Allah di Yudea, jemaat-jemaat di dalam Kristus Yesus.
4. Menghadapi Proses dan Penderitaan (ay. 14)
• Kuncinya: karena kamu juga telah menderita dari teman-teman sebangsamu segala sesuatu yang mereka derita dari orang-orang Yahudi.
Paradigma biblikal atau alkitabiah yang kita anut mungkin akan menimbulkan oposisi atau olok-olok, perlawanan, tekanan, dan penolakan dari dunia. Tetapi, kembali bersyukurlah dan berbahagia, sebab apabila kita dianiaya, menderita karena kebenaran serta nama Tuhan Yesus Kristus, itu artinya karakter Kristus telah terbentuk dalam diri dan muncul melalui hidup kita.
Tuhan Yesus Memberkati