Di dalam pernikahan maupun keluarga, banyak sekali permasalahan yang timbul. Karena itu, hari ini kita akan sama-sama belajar serta melihat apa yang firman Tuhan ajarkan mengenai pernikahan maupun berkeluarga.
Ibrani 13 : 4
Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.
Pada waktu itu, masyarakat Yunani Romawi memiliki standar moral yang sangat rendah, khususnya dalam hal seksualitas. Banyak praktik seksual di luar nikah yang dianggap biasa. Namun, sebagai umat Tuhan, firman-Nya mengingatkan untuk menghormati pernikahan maupun kekudusan. Pernikahan adalah kudus, mulia, dan diberkati oleh Allah. Sebab standar Allah itu jauh lebih tinggi. Pernikahan harus dijaga kudus. Dan dosa seksual adalah pelanggaran yang sangat serius, yang pasti akan mendatangkan hukuman Allah.
Mengapa kita harus menghormati pernikahan ?
Yang pertama, karena pernikahan itu ilahi dan mulia yang dirancang sendiri oleh Allah. Karena pernikahan itu bukan sekadar “kontrak sosial”, tetapi rancangan Allah yang kudus, yang harus dihormati oleh semua orang.
Yang kedua, karena pernikahan adalah cerminan betapa besar kasih Allah, hubungan Kristus dan jemaat-Nya, serta betapa Ia sangat berkomitmen untuk mengasihi kita.
Efesus 5 : 31 – 32
Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.
Namun, sekarang banyak orang menganggap pernikahan sangat rendah nilainya, dan didasari oleh rasa cocok atau tidak, sehingga jika merasa tidak cocok, akan meminta cerai. Iblis ingin sekali menghancurkan pernikahan supaya gambaran hubungan Kristus dan jemaat-Nya rusak, dan terputus. Padahal, Tuhan punya rencana yang indah bagi kita semua dalam sebuah pernikahan, yaitu hubungan kita dengan Allah yang harmonis, serta intim.
Bagaimana caranya kita menghormati pernikahan ?
• Menjaga kekudusan pernikahan kita
Jangan sampai tercemar dari dosa yang akan merusak pernikahan kita. Dosa seksual itu mencakup segala bentuk dosa percabulan dan perzinahan. Kekudusan dalam pernikahan itu mencerminkan karakter Allah yang kudus, yang memanggil kita umat-Nya untuk hidup kudus di hadapan-Nya.
Perbedaan antara percabulan dan perzinahan adalah percabulan merupakan berhubungan seksual dengan lawan jenis sebelum menikah, sedangkan perzinahan ialah hubungan seksual dengan lawan jenis yang bukan pasangan atau suami ataupun istri kita sendiri setelah kita menikah. Jangan sampai kedua dosa ini masuk di dalam kehidupan pernikahan kita. Jagalah kekudusan pernikahan kita.
• Menjaga kesetiaan kita
Suami dan istri harus saling setia, karena melambangkan hubungan Allah dengan kita. Tidak boleh dicampuri atau dirusak oleh “pihak ketiga” yang mungkin sering kali terjadi. Jangan terikat oleh pornografi yang bisa ada di semua gadget maupun media sosial kita. Ini juga termasuk dosa yang menyelinap masuk, dan celah untuk masuknya perzinahan.
Ketidaksetiaan adalah dosa yang dianggap oleh Allah sebagai tindakan mencemari kemurnian sebuah pernikahan di hadapan Tuhan. Karena itu, setialah pada pasangan kita.
• Menjadikan firman Tuhan sebagai dasar yang tertinggi dalam membangun pernikahan
Berbicara pernikahan, dasarnya itu haruslah firman Tuhan, itulah hukum yang paling tinggi di dalam pernikahan kita. Karena itu, sebagai suami-istri, baca Alkitab bersama-sama setiap hari. Kembalilah pada prinsip firman Tuhan supaya pernikahan kita kuat dan kokoh.
Apa saja dampak dari dosa percabulan atau perzinahan maupun ketidaksetiaan :
1. Secara rohani, memutuskan persekutuan atau hubungan kita dengan Allah, karena tubuh kita adalah bait Roh Kudus.
2. Secara psikologis, menimbulkan perasaan bersalah, rasa malu, dan ketidakstabilan emosional.
3. Secara sosial, menghancurkan hubungan kita, baik dalam keluarga maupun masyarakat.
4. Secara fisik, memiliki risiko terkena penyakit seksual yang menular dan konsekuensi biologis lainnya.
Tuhan menginginkan dan memanggil kita untuk hidup kudus. Karena itu, berjaga-jagalah supaya dosa tidak masuk ke dalam pernikahan kita. Panggilan Allah untuk hidup kudus itu artinya adalah menjauhi dosa. Kalau bicara dosa, kita harus segera berlari dari itu. Jadi, bukan sekadar menolak dalam hati, tetapi bertindak dengan lari menjauh dari dosa itu.
Apa saja akibatnya kalau kita tidak menghormati pernikahan ?
• Orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah (Ibrani 13 : 4)
Orang yang tidak menghormati pernikahan itu pasti akan menghadapi yang namanya penghakiman langsung dari Allah. Penghakiman ilahi memiliki standar moral yang tinggi untuk pernikahan dan dosa seksualitas. Allah serius tentang ini, karena pernikahan adalah hubungan Allah yang intim, yang manis, yang mendalam dengan kita.
• Terikat oleh dosa yang sama dengan orang-orang sundal dan penzinah.
Ini merujuk kepada mereka yang terlibat langsung dalam dosa percabulan, perzinahan, homoseksual, serta segala bentuk tindakan yang mencemarkan tempat tidur atau pernikahan.
Take home messages :
1. Kita menghormati pernikahan karena adalah rancangan Allah yang kudus dan tidak boleh dicemari oleh dosa.
2. Dosa itu merusak fondasi pernikahan kita, membawa kehancuran dan penderitaan di dalam keluarga kita. Karena itu, hati-hati dengan dosa seksual di dalam pernikahan.
3. Pernikahan adalah hubungan kasih Allah yang besar di dalam Kristus kepada jemaat-Nya.
Tuhan Yesus Memberkati