Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah
dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang
kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus
kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena
orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan
menyelamatkan yang hilang."(Luk. 19:8-10)
Pada
ayat diatas seolah-olah keselamatan itu gampang. Karena yang kita ketahui
keselamatan adalah sesuatu yang rare item
(sesuatu hal yang langka & sakral).
Sebagai
orang Kristen yang benar, keselamatan itu adalah rare item yang mudah didapat.
Pada
kisah Zakheus diatas, ketika kita berurusan dengan Yesus, Dia bisa memberikan
keselamatan itu secara mudah. Jadi yang dapat kita tangkap adalah pribadi Yesus
yang menciptakan keselamatan itu sendiri. Kita adalah orang-orang yang
beruntung yang memperoleh keselamatan dari Yesus, yang bukan dihitung dari amal
ibadah dan perbuatan baik. Kalau kita didalam Kristus, keselamatan itu akan
kita terima tidak seperti orang-orang yang diluar Tuhan yang menganggap
keselamatan seperti suatu hal yang sangat langka yang hanya didapat melalui
amal ibadah dan perbuatan baik.
Dibandingkan
dengan gaya hidup, kepentingan, dan kebutuhan; mengikut dan melayani Tuhan
adalah segalanya. Ketika kita mengikut Yesus, mujizat bisa terjadi kapan saja.
Pribadi kita dapat dirubah ketika kita mengenal Yesus.
Segala
sesuatu yang terjadi dari Tuhan adalah detail dan akurat karena kita adalah
pribadi yang terbatas. Kalau seseorang memang harus menerima keselamatan dari
Tuhan, maka hal tersebut adalah yang dinamakan mujizat dan pasti terjadi, maka hal
inilah yang dinamakan tidak ada yang mustahil.
Mengikut dan melayani Yesus
1. Suatu kehormatan
Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara
untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat
itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari
ini Aku harus menumpang di rumahmu."(Luk. 19:4-5)
Mengikut
dan melayani Yesus adalah bukan suatu hal yang memalukan, melainkan merupakan
suatu kehormatan. Karena melayani adalah bagian dari mengikut Yesus. Ada orang
yang bahkan malu untuk pergi ke gereja. Gereja adalah bengkel Tuhan untuk
memperbaiki dan menebus orang yang berdosa.
2. Sangat bernilai dan berharga
Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah
dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang
kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."(Luk. 19:8)
Masih bisa memberi merupakan suatu kehormatan. Masih bisa memberi adalah hal yang bernilai mumpung kita masih mampu memberi. Keselamatan tidak bisa ditukar dengan apapun juga.